PSSI mempunyai sejumlah program untuk mengejar ketertingalan dari Vietnam. Salah satunya adalah menyekolahkan sejumlah pemain untuk menimba ilmu di klub-klub luar negeri, khususnya Eropa.
Harapannya dengan membela klub Benua Biru, mental dan karakter para pemain terbentuk. Diharapkan ketika membela Timnas Indonesia, performa dan kualitas mereka dapat mengangkat prestasi skuad Garuda.
(Mantan kapten Timnas Indonesia U-19, David Maualana, kini menimba ilmu di Kroasia bersama HNK Rijeka)
“PSSI mencoba membantu pemain-pemain supaya bermain di luar negeri. Dengan bermain di luar negeri, akan terbentuk cara makan dan tidurnya. Jika mereka masih di sini, sehebat apa pun kita dijaga, tetap mereka akan sulit dijaga secara profesional,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat menghadiri program Special Dialogue, hasil kerja sama Okezone dan Sportstars.id.
“Kita sudah meminta bantuan mantan pemain timnas, pelatih senior dan lain-lain. Dari kesimpulan yang kita ambil, kita harus membuka diri dan memberi dukungan semaksimal mungkin supaya para pemain Indonesia bisa bermain di luar negeri,” lanjut pria kelahiran Gorontalo tersebut.
“Klub-klub kita imbau juga melepas pemain ke klub-klub Eropa ketika mendapat penawaran. Di sana kedisplinan mereka akan terbentuk, mulai dari pola makan dan pola tidur. Nantinya, kedisplinan mereka akan tertata secara sendirinya setelah melihat teman-temannya di Eropa,” ujar mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.
Saat ini ada sejumlah pemain muda Tanah Air yang merumput di Eropa. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia), Witan Sulaeman (Radnik Surdulica, Serbia), David Maulana dan Brylian Aldama (HNK Rijeka, Kroasia) serta Bagus Kahfi (FC Utrecht, Belanda) merupakan beberapa di antaranya.