“Saya tidak pernah menyebut menangani PSG lebih banyak unsur politiknya ketimbang olahraga. Ini tidak benar. Mungkin saja terjemahannya salah,” kata Thomas Tuchel mengutip dari Mirror, Kamis (24/12/2020).
“Coba Anda saksikan lagi video wawancara saya. Saya hanya mengatakan PSG adalah tim yang unik dan itu tantangan bagi saya. Saya suka tantangan ini (menangani PSG) dan tidak ada yang berubah,” lanjut Tuchel.
“Saya memberikan wawancara kepada seorang jurnalis. Namun, hasil wawancara saya dimunculkan oleh jurnalis yang berbeda, itu tidak diperbolehkan. Saya membuat lelucon dalam bahasa Jerman. Terjemahannya tidak benar. Saya tidak dapat menerjemahkannya kata demi kata,” kata pelatih 47 tahun tersebut.
Nama Mauricio Pochettino disebut-sebut akan menjadi pelatih PSG selanjutnya. Kebetulan, Pochettino saat ini berstatus tanpa klub semenjak dipecat Tottenham Hotspur pada November 2019.
(Rachmat Fahzry)