“Tapi, mereka lebih memilih tinggal di rumah dan akan terus bermain di negara mereka sendiri,” lanjutnya.
“Indonesia adalah negara dengan hati sepakbola yang besar. Sepak bola adalah segalanya bagi mereka. Saat tim nasional bertanding, ada 90 ribu orang di stadion,” tutur pemain berusia 25 tahun itu.
Sandy sendiri diketahui merupakan pesepkbola keturunan Indonesia dan Belanda. Pemain yang kini membela klub asal Belgia, yakni KV Mechelen, itu dikabarkan tengah mengurus proses naturalisasinya untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Kabarnya, pihak Persatuan Sebakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) sendiri akan mulai membicarakan proses naturalisasi Sandy itu pada Januari 2021. Jika mendapat lampu hijau dari FIFA, Sandy akan berusaha secepat mungkin menjalani proses naturalisasi.
(Ramdani Bur)