SANTIAGO – Hukuman penalti dalam laga sepakbola umumnya langsung dilakukan ketika diberikan wasit. Namun, ini tidak terjadi dalam sebuah laga di liga sepakbola Cile.
Menyitir Reuters, Kamis (12/11/2020) pemimpin liga Cile, Universidad Catolica melakukan penalti pada Rabu 11 November 2020. Penalti tersebut dilakukan setelah hampir satu bulan setelah diberikan.
Baca juga: Begini Cara Sir Alex Ferguson Datangkan Cristiano Ronaldo ke Man United
Penalti bermula saat Catolica tertinggal 2-0 dari Curico Unido pada Kamis 15 Oktober 2020. Pemain Catolica, Cesar Pinares dilanggar di area terlarang. Wasit memberikan penalti, hanya saja insiden pelanggaran masih ditinjau oleh ofisial video assistant referee (VAR).
Saat proses peninjauan sedang berlangsung, papan skor terbakar. Hal itu menyebabkan listrik mati dan pertandingan dibatalkan.
Baca juga: Selain Kejar Rekor Ali Daei, Ini Catatan Lainnya yang Dibuat Cristiano Ronaldo Semalam
Empat hari kemudian, operator Liga Cile (ANFP) mengonfirmasi bahwa Catoloca berhak mendapat penalti. ANFP juga memutuskan pertandingan akan dilanjutkan pada Rabu 21 Oktober 2020.
Pertandingan bertambah unik, karena Cesar Pinares, pemain yang dilanggar untuk mendapatkan penalti bagi Catolica sudah tidak bermain untuk timnya. Dia bergabung dengan klub Brasil, Gremio.
Saat pertandingan, drama terus berlanjut. Penjaga gawang Curico, Fabian Cerda dua kali menyelamatkan penalti. Namun, penalti harus diulang karena wasit menganggap Cerda bergerak lebih dulu sebelum bola ditendang. Saat upaya ketiga, Fernando Zampedri berhasil mencetak gol untuk Catolica.
Curico, yang mencetak dua gol sebelum pertandingan dihentikan, akhirnya menang dengan skor 3-2. Semua gol pada laga itu dicetak melalui penalti.
(Ramdani Bur)