SEPAKBOLA Indonesia berduka. Eks pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Alfred Riedl meninggal di negara asalnya, Austria. Riedl meninggal pada Senin 7 September 2020 waktu setempat.
Menyitir media Austria, Kurier, Riedl meninggal karena mengidap sakit kanker. Ia ditemani istrinya, Jola yang bersamanya hingga akhir hayat. Riedl meningal dunia dalam usia 70 tahun.
Berikut fakta-fakta Rield yang pernah melatih Timnas Indonesia selama tiga periode.
5. Pertama melatih
Karier kepelatihan Riedl bersama Timnas dimulai pada 4 Mei 2010. Dia langsung menjadi pelatih untuk dua tim tim sekaligus, Timnas Indonesia Senior sekaligus Timnas Indonesia U-23.
Hanya beberapa bulan mengasuh Timnas Indonesia, Riedl membawa anak asuhnya menuju final Piala AFF 2010 di Malaysia. Sayang, Timnas Indonesia kalah dengan Thailand di partai puncak.
4. Melatih singkat
Pada 13 Juli 2011, Riedl meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia pergi ke Laos untuk menjadi direktur teknik.
Pada 2012 Riedl kembali menjabat pelatih Timnas Indonesia pada Desember 2013. Ia menandatangi kontrak selama selama 3 tahun. Namun, kursi kebersamaan Riedl tidak selesai hingga kontraknya habis. Dia dipecat setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos dari fase grup Piala AFF 2014.
3. Melatih PSM Makassar
Riedl memilih PSM Makassar pada awal 2015 untuk menjabat pelatih. Hanya saja dia mengundurkan diri pada April tahun yang sama karena masalah kesehatan. Bahkan dia mundur sebelum Liga Indonesia dimulai.
2. Kembali Latih Timnas
Riedl kembali dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia pada 2016 dengan kontrak satu tahun. Dia lagi-lagi membawa Indonesia ke final Piala Suzuki AFF 2016. Namun, lagi-lagi Indonesia kalah di partai puncak.
Bermain sebagai tuan rumah terlebih dahulu, Timnas Indonesia menang dengan skor 2-1. Punya modal kemenangan membuat Indonesia hanya perlu bermain imbang saat laga tandang.
Hanya saja, Thailand berhasil mencetak dua gol tanpa ada balasan dari Timnas Indonesia. Indonesia kalah agregat 2-3 dari Thailand di final.
1. Latih Persebaya
Persebaya Surabaya batal dilatih Alfred Riedl pada 2019. Penyebabnya, sang pelatih harus menjalani operasi bypass jantung.
"Saya harus mengabarkan tentang keadaan kesehatan sekarang. Saya telah memeriksakan diri di rumah sakit di Vienna sekaligus membahas aktivitas saya ke depan. Ternyata, dalam dua pekan saya harus menjalani lagi operasi bypass," kata Rield melansir lama Persebaya.
"Ini kabar buruk buat saya, juga buat Persebaya. Tapi, kesehatan harus saya utamakan,” tambahnya ketika itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)