MANCHESTER – Pelatih Manchester United di musim 2013-2014, David Moyes, lebih memilih mendekati Cesc Fabregas ketimbang Paul Pogba pada bursa transfer musim panas 2013. Seperti diberitakan The Sun, Senin (1/6/2020), Moyes merupakan pengagum Fabregas sehingga apa pun bakal dilakukan demi mendaratkan gelandang berpaspor Spanyol tersebut.
Hanya saja, Fabregas pada akhirnya menolak semua tawaran yang datang pada musim panas 2013. Kala itu Fabregas memutuskan bertahan satu musim lagi bersama Barcelona, sebelum akhirnya pindah ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2014.
(Fabregas sempat diburu Man United pada musim panas 2013)
Bersamaan dengan ketertarikan kepada Fabregas, Man United memiliki peluang membawa pulang sang anak hilang, Paul Pogba, ke Stadion Old Trafford. Sebelumnya pada musim panas 2012, Man United melepas Pogba ke Juventus secara gratis. Salah satu alasan Pogba meninggalkan Man United karena tak sanggup menembus skuad reguler racikan Sir Alex Ferguson.
BACA JUGA: Ighalo di Man United Hingga Januari 2021
Hengkang ke Juventus rupanya meningkatkan kualitas gelandang asal Prancis tersebut. Bersama Juventus di musim 2012-2013, Pogba mendapat kesempatan turun dalam 37 laga bersama si Nyonya Tua dengan koleksi lima gol!
Kemudian pada musim panas 2013, Pogba juga mengantarkan Tim Nasional Prancis juara Piala Dunia U-20 yang digelar di Turki. Setelah meraih dua kesuksesan di atas, II Polpo –julukan Pogba– diberitakan The Sun tertarik kembali merumput bersama Man United.
(Pogba saat membela Juventus)
Namun, Moyes tidak menggubris minat Pogba dan penyesalan pun terjadi. Selang tiga musim atau pada musim panas 2016, Man United kembali mendatangkan Pogba seharga 105 juta euro (Rp1,7 triliun). Nominal di atas membuat Pogba tercatat sebagai pemain termahal di dunia. Padahal, jika Man United mendaratkan Pogba pada 2013, uang yang mereka keluarkan takkan sebesar 2016.
(Amril Amarullah (Okezone))