Hal itu dikarenakan Madrid kalah di semifinal dari Bayern Munich. Menyakitkannya lagi, gugurnya Madrid itu setelah melalui babak adu penalti dan ketiga pemain andalan mereka, yakni Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, dan Ricardo Kaka adalah penggawa yang gagal memasukan bola di babak adu penalti tersebut.
Kekalahan itulah yang membuat pertahanan Mourinho akhirnya runtuh juga dan ia pun menangis selepas pulang dari laga tersebut. Ia menangis karena tak menyangkan Madrid yang sangat kuat kala itu bisa gugur melalui babak penalti di semifinal Liga Champions.
“Cristiano, Kaka, dan Sergio Ramos. Tiga pemain yang disebut monster sepakbola saat itu dan tak pernah ada meragukan kemampuan mereka, namun nyatanya mereka tetap manusia biasa,” cerita Mourinho, dikutip dari Marca, Minggu (3/5/2020).
“Malam itu untuk pertama kalinya dalam karier melatih saya, saya menangis usai menelan kekalahan. Saya mengingatnya dengan baik, Aitor (Karanka) dan saya berada di depan rumah saya dan di dalam mobil, saya menangis. Kekalahan itu sangat berat karena pada saat itu kami berada di musim terkuat kami,” tutupnya.
(Ramdani Bur)