Orang-Orang Iri jika Drogba Jadi Presiden Federasi Sepakbola Pantai Gading

Hendry Kurniawan, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 22:40 WIB
Didier Drogba (Foto: AFP)
Share :

ABUJA – Tidak terpilihnya legenda Chelsea, Didier Drogba, dalam pemilihan presiden Federasi Sepakbola Pantai Gading (FIF) membuat banyak orang terkejut. Apalagi, dalam pemilihan tersebut Drogba tidak mendapatkan satu pun suara dari 14 pemilih yang merupakan mantan pemain Timnas Pantai Gading.

Tercatat, sebanyak 11 pemilih memberikan suaranya kepada Sory Diabate. Sedangkan tiga lainnya memilih absen. Sehingga Drogba dan satu kandidat lainnya, Idriss Diallo, tak mendapat suara sama sekali. Hal ini tentunya sangat mengejutkan, mengingat Drogba digadang-gadang sebagai kandidat terkuat, karena prestasi yang telah ditorehkannya ketika masih menjadi pemain.

Baca juga: Seluruh Pemain Bintang Menangis saat Mourinho Dipecat Chelsea pada 2007

Menanggapi hal tersebut, legenda sepakbola Nigeria, Victor Ezeji, menilai kekalahan Drogba terjadi karena para pemilih memiliki rasa cemburu terhadap mantan kapten Timnas Pantai Gading tersebut. Sebab, Drogba sudah sangat sukses ketika menjadi pemain, sehingga mereka tak ingin pria pria 42 tahun itu mengalami keberhasilan juga setelah pensiun.

"Pertama, saya akan mengaitkan hal ini karena kecemburuan. Sebab, seringkali mantan pemain tim nasional tampaknya iri, terutama ketika ada seseorang yang berkembang. Ada begitu banyak kecemburuan,” jelas Ezeji, mengutip dari Goal, Rabu (29/4/2020).

“Saya pikir itu adalah salah satu hal yang pasti membuat Drogba tidak mendapatkan suara dari satu pun mantan pemain tim nasional (Pantai Gading), yang mana sangat absurd. Di sebagian besar negara yang waras, Anda akan melihat mantan pemain tim nasional memimpin federasi sepakbola mereka karena itu seperti meletakkan pasak bundar di dalam lubang bundar,” lanjutnya.

“Secara pribadi, saya pikir Drogba akan melakukan pembersihan karena mantan pemain tim nasional terlibat. Sayangnya, itu tidak terjadi. Juga, ketika datang ke pemilihan umum di Afrika, orang-orang cenderung menjual suara mereka untuk amplop. Drogba mungkin tidak menjangkau mereka atau membuat janji yang menggiurkan,” pungkas Ezeji.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya