COMO – Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Mauro Icardi, memilih meninggalkan Kota Paris di tengah pandemi virus corona. Pesepakbola berpaspor Argentina itu memilih kembali ke Italia, sekaligus membawa serta sang istri, Wanda Nara, dan kelima anak mereka.
Icardi dan Wanda Nara memilih pulang ke kediaman mereka yang berada di Kota Como, Italia. Como sendiri berjarak 64 kilometer dari Milan yang merupakan salah satu kota termaju di Italia. Meski Como berada di wilayah Lombardi, yang notanebe wilayah paling terdampak virus corona di Italia, Wanda Nara mengatakan hanya sedikit orang di Como yang terinfeksi Covid-19.
View this post on InstagramLes deseo a todas un hombre así para pasar la cuarentena ð¤¤ð§
A post shared by Wanda nara (@wanda_icardi) on
Karena itulah, Icardi dan Wanda memilih pulang ke Como. Terlebih, di sana mereka memiliki villa mewah berharga 2,5 juta pounds atau setara Rp50,1 miliar! Lantas, seberapa bagus villa milik Icardi dan Wanda Nara tersebut?
BACA JUGA: Dikritik Mantan Suami, Istri Icardi: Kami Orang Italia!
Villa yang diakusisi Icardi pada 2018 itu memiliki bangunan tiga lantai. Berharga mahal karena villa tersebut menawarkan keindahan. Mengapa? Sekadar informasi, villa tersebut berada di pinggiran danau. Ketika berada di taman, Icardi maupun anggota keluarnya dapat bersantai melihat keindahan danau.
Tidak sampai di situ, mereka pun memiliki dermaga. Dari dermaga itu, mereka bisa bermain jetski, salah satu olahraga favorit Icardi. Seperti yang diutarakan di atas, villa tersebut memiliki satu taman besar.
Taman tersebut kerap digunakan Icardi dan ketiga anak laki-lakinya bermain sepakbola. Bukan tak mungkin salah satu dari ketiga anak-anak lakinya itu bakal menjadi pesepakbola profesional layaknya Icardi.
Pada lantai dasar villa milik Icardi, terdapat ruang tamu yang langsung mengarah ke danau nan indah. Selain itu, di villanya tersebut, Icardi pun bisa menyimpan koleksi mobil favoritnya. Sebab, garasi dari villanya itu dapat menampung empat mobil sekaligus! Karena itu, tak heran Icardi memilih tinggal di Como, alih-alih menetap di Paris.
(Fetra Hariandja)