BERKAT performa apiknya bersama Wolverhampton Wanderers, kini Adama Traore dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa. Akan tetapi, patut diingat bahwa kesuksesan yang didapat Traore sekarang tidak ia peroleh dengan instan. Pada awal kariernya di pentas Liga Inggris, Traore mengalami sejumlah kesulitan.
Traore sejatinya adalah pemain jebolan akademi sepakbola Barcelona, La Masia. Pada musim panas 2015, Traore mengambil langkah berani untuk meninggalkan Barca dan hijrah ke Liga Inggris. Adapun klub Inggris pertama yang dibela oleh Traore adalah Aston Villa.
(Adama Traore saat membela Aston Villa)
Pemain keturunan Mali itu meninggalkan Barca lantaran ia ingin mendapat waktu bermain yang layak. Kala itu, Traore masih berusia 19 tahun dan sebagai pemain muda ia sadar butuh banyak melakoni pertandingan guna mendapat pengalaman dan mengembangkan diri. Ia paham jika tetap berada di Barca, menit bermain yang didapatnya tak akan banyak lantaran Blaugrana punya segudang pemain top.
Kendati demikian, masa-masa awalnya di Inggris tidak berjalan baik. Diakui oleh Traore kalau di tahun pertamanya ia kesulitan untuk beradaptasi dengan gaya sepakbola Inggris dan budaya di sana. Sebab, selama ini ia dididik dengan gaya sepakbola Barca dan hanya tahu kultur masyarakat Spanyol.
“Tahun pertama sulit beradaptasi dengan sepakbola Inggris, budaya, gaya hidup para pemain di sana dan cara lain menonton sepakbola. Itu bukan situasi yang mudah karena saya datang dari Barcelona, di mana kami selalu menguasai bola dan selalu menang,” jelas Traore, melansir dari Marca.
Titik terendah karier sepakbola Traore bisa dibilang terjadi pada 2016. Pada tahun tersebut Traore dicoret dari skuad senior Aston Villa dan dimasukkan ke tim junior karena masalah ketidakdisiplinan. Persoalan semakin kompleks karena di akhir musim Aston Villa harus terdegradasi ke Divisi Championship. Pada akhirnya, Traore pun dilego Villa di bursa transfer musim panas 2016.
Traore kemudian bergabung dengan Middlesbrough dan ini bisa dibilang merupakan titik balik kariernya. Dengan usia yang semakin matang dan pemahaman akan sepakbola Inggris, Traore menjelma menjadi pemain kunci bagi Middlesbrough. Pada musim 2017-2018, ia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Middlesbrough dan Pemain Terbaik Middlesbrough.
Penampilan apik Traore itu pun membuat Wolves meliriknya pada bursa transfer musim panas 2018. Dengan mahar 18 juta pounds, Wolves sukses menggaet Traore. Sejak saat itu, Traore menjadi bagian penting dari Wolves dan salah satu pemain kunci mereka.
Kesuksesan Traore di tanah Inggris tentunya tak lepas dari kesadarannya dalam beradaptasi. Ia sadar kalau dirinya tidak lagi berada di Barca dan kini membela tim yang lebih lemah. Maka dari itu, gaya bermainnya pun harus diubah. Adapun kecepatan dan kekuatan fisik Traore menjadi senjata utamanya dalam melakoni pertandingan. Sebab, dalam skema serangan balik, Traore adalah pemain yang sangat diandalkan.
“Sekarang saya telah berada di tim papan bawah, para pejuang dan tidak banyak mengusai bola. Anda bertahan lebih banyak sekarang dan hanya ada sedikit peluang untuk mencetak gol dan Anda harus memanfaatkannya. Di Barcelona, Anda tahu jika Anda tidak mendapatkan bola untuk satu kesempatan, Anda akan melakukannya lain kali, tetapi sekarang berbeda. Itu membuat saya belajar banyak dan saya bahagia," terang Traore.
(Ramdani Bur)