SEMENJAK Steven Gerrard dan Frank Lampard pensiun dari Tim Nasional (Timnas) Inggris, The Three Lions –julukan Timnas Inggris– belum lagi memiliki playmaker yang memiliki inteligensia tinggi. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Inggris perlahan namun pasti memproduksi sejumlah pemain berkualitas di lini sentral.
Salah satu pemain yang memiliki potensi untuk bersinar adalah gelandang Leicester City, James Maddison. Gelandang 23 tahun itu pertama kali mencuat bersama Norwich City di musim 2017-2018. Dari 49 pertandingan di semua kompetisi, Maddison mengoleksi 15 gol dan 11 assist.
Alhasil, di musm tersebut Maddison masuk starting XI tim terbaik Divisi Champions 2017-2018, serta menjadi pemain terbaik Norwich City di musim tersebut. Berkat performa apik itu, Maddison pun diboyong Leicester City pada bursa transfer musim panas 2018.
Bersama Leicester itulah, performa Maddison semakin terpantau radar. Dari 36 pertandingan di Liga Inggris 2018-2019, gelandang berambut pirang itu mengoleksi tujuh gol dan tujuh assist.
Performa apik itu dilanjutkan Maddison di Liga Inggris 2019-2020. Hanya dari 16 pertandingan atau belum setengah musim, Maddison mencetak lima gol dan tiga assist. Hal itu berarti, koleksi gol dan assist Maddison sudah hampir menyamai pencapaiannya pada musim lalu.