Fernando Torres, Berawal dari Kiper Jadi Striker Tajam

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 31 Agustus 2019 09:05 WIB
Torres saat baru dipromosikan ke tim senior Atletico Madrid. (Foto: liverpoolecho)
Share :

AKADEMI Parque Four menjadi tempat pertama Fernando Jose Torres Sanz menimba ilmu sepakbola. Meski berasal dari keluarga berada, pria kelahiran 20 Maret 1984 itu tidak segan mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepakbola profesional.

Bergabung pada usia lima tahun, Fernando Torres lantas pindah ke akademi Mario’s Holland ketika dua tahun lebih tua. Bakatnya kemudian diasah di klub Rayo 13 di mana dirinya mencetak 55 gol hanya dalam semusim pada usia 10 tahun.

Karier Fernando Torres tidak dimulai dari striker, melainkan dari penjaga gawang. Ketika bergabung dengan Parque Four dan Mario’s Holland, posisinya masih kiper. Peran tersebut dipilihnya karena sang kakak juga bermain sepakbola sebagai kiper.

(Torres saat membela tim junior Atletico Madrid. Foto: liverpoolecho)

Posisinya baru berpindah sebagai striker ketika berseragam Rayo 13. Usai mencetak 55 gol selama satu musim, ia mendapat kesempatan untuk trial di Atletico Madrid bersama dua pemain lainnya. Penampilannya mampu memikat pencari bakat Los Rojiblancos dan bergabung dengan akademi klub pada usia 11 tahun (1995).

Bergabungnya Fernando Torres bersama Atletico Madrid bagaikan impian yang terwujud. Sebab, pria kelahiran Fuenlabrada itu merupakan penggemar berat Atletico Madrid, kecintaan yang diwarisi oleh kakek dari pihak ibunya.

Skill Fernando Torres kian terasah hingga pada 1998 berhasil mengantar tim muda Atletico Madrid menjuarai turnamen Nike Cup. Ia lantas diganjar kontrak profesional pertama dengan Atletico Madrid pada usia 15 tahun (1999).

Hanya butuh waktu dua tahun bagi Fernando Torres untuk debut bersama Atletico Madrid pada 27 Mei 2001 di Divisi Dua Liga Spanyol (Segunda Division) melawan Leganes. Sepekan kemudian, ia mencetak gol pertamanya di level senior melawan Albacete, tetapi gagal mengantar Atleti promosi di akhir musim.

Bakatnya makin tercium ketika Atletico Madrid naik kasta pada musim 2002-2003. Sebanyak 13 gol disarangkan El Nino dalam 29 penampilan. Pada Juli 2003, Chelsea mulai mencoba mendekatinya, tetapi gagal. Sebab, Fernando Torres memilih setia bersama Atletico Madrid.

(Torres bersinar bersama Liverpool)

Fernando Torres lantas menjadi kapten termuda yang pernah dimiliki Atletico Madrid pada usia 19 tahun. Setelah mencetak 8 gol untuk Atletico Madrid, Torres lantas direkrut Liverpool pada bursa transfer musim 2007.

Selama membela Liverpool pada 2007 hingga Januari 2011, Fernando Torres mengemas 65 gol dalam 102 penampilan. Produktivitas golnya menurun ketika dibeli Chelsea. Sepanjang 2011-2015, ia hanya mencetak 20 gol dari 110 penampilan.

Selepas dari Chelsea, AC Milan menjadi destinasi karier berikutnya. Sayangnya, Fernando Torres hanya mencetak satu gol dari 10 penampilan pada periode 2014-2016. Ketajamannya mulai membaik ketika dipinjamkan ke Atletico Madrid pada musim 2015-2016.

Kepulangannya ke Kota Madrid sepertinya membawa tuah. Fernando Torres sanggup mengemas 27 gol dari 107 penampilan. Musim panas 2018 menjadi akhir dari karier Fernando Torres di Eropa. Ia kemudian melanjutkan karier di Jepang bersama Sagan Tosu dengan mengemas lima gol dari 35 penampilan.

Ketajaman Fernando Torres berlanjut di Tim Nasional (Timnas) Spanyol. Membela La Furia Roja dari 2003-2014, Fernando Torres tampil 110 kali dan mengukir 38 gol. Pria kelahiran Fuenlabrada itu akhirnya resmi gantung sepatu pada Agustus 2019.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya