Bukan tanpa alasan Figo meraih gelar Ballon d’Or 2000. Eks penggawa Sporting Lisbon itu sebenarnya sempat masuk kedalam nominasi pada edisi sebelumnya (1999). Akan tetapi, kala itu Figo hanya menempati posisi kelima di mana kala itu Rivaldo (eks rekannya di Barcelona) yang keluar sebagai juara.
Akan tetapi, Figo gagal melengkapi torehan manisnya di ajang Pemain Terbaik Dunia 2000 karena kalah dari Zinedine Zidane. Akan tetapi, Figo akhirnya melengkapi koleksi trofi pribadinya dengan penghargaan Pemain Terbaik FIFA pada 2001.
Setelahnya, berbagai gelar juara pun terus diraih Figo bersama Los Blancos, di antaranya dua gelar Liga Spanyol, Piala Super Spanyol, hingga Liga Champions 2001-2002. Melihat sederet prestasi di atas, karier sepakbola Figo bisa dibilang sangatlah mentereng.
(Ramdani Bur)