Terlibat Kasus Rasis dengan Suarez, Evra Pernah Hampir Dibunuh

Ezha Herdanu, Jurnalis
Minggu 04 Agustus 2019 13:28 WIB
Patrice Evra dan Luis Suarez (Foto: AFP)
Share :

PARIS – Patrice Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan banyak ancaman pembunuhan ketika terlibat kasus rasisme dengan Luis Suarez. Bahkan Evra membeberkan bahwa rumahnya sempat mendapatkan penjagaan ketat karena hal tersebut.

Sebagaimana diketahui, Evra dan Suarez memang sempat terlibat insiden rasisme tepatnya pada Oktober 2011. Pada saat itu, Evra masih berseragam Manchester United, sedangkan Suarez masih memperkuat Liverpool.

Suarez sempat memanggil Evra dengan sebutan ‘negro’ yang pada akhirnya membuat mantan fullback kiri Timnas Prancis tersebut tersulut emosinya. Kasus rasis itu pun membuat Suarez dapat hukuman larangan bertanding selama delapan laga serta denda 40 ribu pounds atau sekira Rp689 juta.

Baca Juga: Daging Ayam Antar Patrice Evra ke Man United

Meski banyak pihak menilai kasus tersebut berakhir ketika Suarez mendapatkan hukuman, tapi tidak bagi Evra. Ya, Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman pembunuhan kala masih terlibat kasus rasis dengan Suarez.

Bahkan Evra mengakui bahwa dirinya sempat meminta pengamanan di area rumah oleh pihak berwajib hingga berbulan-bulan. Meski begitu, Evra mengaku sama sekali tidak menyimpan rasa benci kepada pemain yang kini merumput bersama Barcelona tersebut.

“Saya menerima banyak sekali surat ancaman pembunuhan. Selama beberapa bulan, saya terpaksa meminta pihak berwajib untuk memberikan pengamanan kepada keluarga saya selama 24 jam,” ungkap Evra, seperti disadur dari Daily Mail, Minggu (4/8/2019).

“Jujur saja, itu bukanlah hal yang mudah dijalani untuk keluarga saya. Akan tetapi bagi saya yang dibesarkan di jalanan Les Ulis, saya merasa bahwa ancaman-ancaman itu masih di batas kewajaran,” sambungnya.

Baca Juga: Evra: Saya Dikhianati Petinggi Man United

“Apakah dengan begitu saya menyimpan rasa dendam serta kebencian kepada Suarez? Tidak, saya sama sekali tidak membencinya. Meski saya hampir saja memukulnya ketika ia mengucapkan kata itu. Tapi sulit bagi saya untuk membenci seseorang,” tuntas pria yang baru saja mengumumkan pensiun sebagai pesepakbola profesional tersebut.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya