PARIS – Patrice Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan banyak ancaman pembunuhan ketika terlibat kasus rasisme dengan Luis Suarez. Bahkan Evra membeberkan bahwa rumahnya sempat mendapatkan penjagaan ketat karena hal tersebut.
Sebagaimana diketahui, Evra dan Suarez memang sempat terlibat insiden rasisme tepatnya pada Oktober 2011. Pada saat itu, Evra masih berseragam Manchester United, sedangkan Suarez masih memperkuat Liverpool.
Suarez sempat memanggil Evra dengan sebutan ‘negro’ yang pada akhirnya membuat mantan fullback kiri Timnas Prancis tersebut tersulut emosinya. Kasus rasis itu pun membuat Suarez dapat hukuman larangan bertanding selama delapan laga serta denda 40 ribu pounds atau sekira Rp689 juta.
Baca Juga: Daging Ayam Antar Patrice Evra ke Man United
Meski banyak pihak menilai kasus tersebut berakhir ketika Suarez mendapatkan hukuman, tapi tidak bagi Evra. Ya, Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman pembunuhan kala masih terlibat kasus rasis dengan Suarez.