Saat itu, Prancis berstatus menjadi tuan rumah dan jelas itu merupakan sebuah keuntungan. Sebab di setiap pertandingan, Platini dan kawan-kawan mendapat dukungan langsung dari puluhan ribu suporter Prancis. Di ajang tersebut, Prancis tergabung di Grup H bersama Denmark, Belgia dan Yugoslavia.
Secara luar biasa, Prancis menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan. Berturut-turut Prancis menang 1-0 atas Denmark, 5-0 (Belgia) dan 3-2 (Yugoslavia). Hebatnya, Platini selalu mencetak gol di ketiga laga tersebut. Setelah mengemas satu bola ke gawang Denmark, Platini masing-masing mencetak hattrick ke gawang Belgia dan Yugoslavia!
Tiga kemenangan di fase grup pun meloloskan Prancis ke semifinal. Di babak empat besar, Prancis bertemu Portugal dan lagi-lagi, Platini kembali menjadi bintang kemenangan Les Bleus. Dalam kemenangan 3-2 Prancis atas Portugal, Platini mengemas satu gol dan satu assist.
Selanjutnya di partai puncak, Platini mencetak satu gol saat Prancis menang 2-0 atas Spanyol, sekaligus gelar perdana mereka di ajang Piala Eropa. Selain membawa Prancis menjadi kampiun, Platini pun keluar sebagai top skor turnamen dengan koleksi sembilan gol hanya dari lima pertandingan! Hal di atas setidaknya sudah menunjukkan betapa berbahanya Platini bersama Timnas Prancis.
(Ramdani Bur)