Karier Emas Platini Dinodai Kasus Korupsi yang Menimpanya

Hendry Kurniawan, Jurnalis
Sabtu 27 Juli 2019 15:04 WIB
Platini saat menjabat presiden UEFA. (Foto: Sky Sports)
Share :

SETELAH malang melintang sebagai pesepakbola professional, Michel Platini akhirnya gantung sepatu pada musim panas 1987. Adapun klub terakhir yang dibelanya adalah Juventus. Selama berseragam Juventus, Platini memainkan 222 pertandingan, mencetak 103 gol, dan memenangkan tujuh trofi, termasuk gelar juara Liga Champions dan Piala Winner.

Platini pensiun sebagai pesepakbola di usianya yang baru 32 tahun. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai pelatih. Adapun tim pertama yang ditangani oleh Platini adalah Timnas Prancis yang terjadi dalam kurun waktu 1988-1992.

Sebagai seorang pelatih muda, karier Platini pada awalnya terbilang cukup menjanjikan. Ia berhasil mengantarkan Prancis lolos ke ajang Piala Eropa 1992 yang diselenggarakan di Swedia. Dalam prosesnya, ia membuat Prancis menciptakan rekor dengan tampil 19 kali tanpa pernah mengalami kekalahan.

Tak ayal, kondisi tersebut membuat Platini dipilih sebagai Pelatih Terbaik 1991. Akan tetapi, harus disayangkan karena dalam gelaran Piala Eropa 1992 itu sendiri, Prancis justru tampil babak belur. Les Bleus tak lolos dari fase grup karena dari tiga pertandingan mereka imbang dua kali dan kalah sekali. Platini pun mundur dari jabatannya sebagai pelatih.

Selepas menjadi pelatih, Platini coba menekuni bagian administrasi sepakbola. Ia memulainya sebagai Wakil Presiden AS Nancy-Lorraine dan kemudian menjadi Penasihat Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) pada 1998. Karier Platini di bagian administrasi ini terbilang bagus dan ia pun dipercaya mengisi jabatan penting.

Ketika menjabat sebagai Presiden Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) dalam kurun waktu 2007-2015, Platini membuat sejumlah kebijakan positif, seperti mengubah format kompetisi Liga Champions dan Liga Eropa, melarang kebijakan transfer pemain di bawah usia 18 tahun, dan menambah jumlah kontestan Piala Eropa dari 16 menjadi 24 tim.

Atas kebijakan-kebijakan yang dibuatnya tersebut, Platini pun sempat menjadi favorit untuk menduduki jabatan Presiden FIFA, menggantikan Sepp Blater. Kendati begitu, Platini bersama dengan Blatter justru terlibat dalam kasus korupsi pada 2015. Blatter dituduh menandatangani kontrak ‘tidak menguntungkan’ untuk FIFA .

Ia dituduh memberikan uang kepada presiden UEFA, Michel Platini agar Blatter kembali terpilih sebagai Presiden FIFA. Selain itu, Platini juga dituduh menerima uang untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Kondisi tersebut membuat Platini pada akhirnya dihukum tidak boleh berkecimpung di dunia sepakbola selama delapan tahun lamanya. Tapi, hukuman tersebut kemudian diringankan menjadi enam tahun.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya