THIERRY Henry adalah salah satu pesepakbola legenda asal Prancis yang bisa dikatakan mengawali kariernya dengan mulus. Meski lahir di lingkungan yang keras, yakni di Les Ulis, Essonne, Prancis, namun Henry selalu menemukan jalan untuk bisa menjadi seorang pesepakbola profesional.
Henry kecil sebenarnya tak terlalu bermimpi untuk menjadi pesepakbola, bahkan mungkin tak tertarik. Akan tetapi berkat dorongan sang ayah, Antoine, Henry pun akhirnya terjun ke dunia sepakbola. Antoine sejak awal memang menginginkan anaknya itu fokus di dunia olahraga, salah satunya adalah sepakbola.
Langkah pertama yang dilakukan Antoine kepada Henry adalah dengan memasukkannya ke laga-laga lokal yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Sejak dari situ, Henry mulai terlibat banyak pertandingan dan akhirnya masuk ke tim junior CO Les Ulis dan Palaiseau. Lalu ketika Henry berusia 13 tahun, ia pun bergabung dengan Viry-Chatillon U-15.
Perjalanan karier Henry untuk menjadi pesepakbola profesional sempat terhambat karena orangtuanya bercerai. Ibunda Henry, Maryse, pun menjadi pemenang atas hak asuh pemain yang kemudian menjadi legenda Arsenal tersebut.
Henry lantas dibawa Maryse ke luar kota dan mencoba membuat anaknya tersebut untuk fokus menjalani pendidikan formal. Namun, karena merasa tidak cocok belajar, Henry pun pada akhirnya kembali fokus untuk menjadi pesepakbola.
Setelah tak lagi berada di Chatillon, Henry mencoba peruntungannya bersama FC Versailles di 1992. Namun, tak selang berapa lama akhirnya Henry dilirik oleh AS Monaco dan bergabung dengan tim yang saat itu dilatih oleh Arsene Wenger. Tapi, Henry masih bermain di Monaco U-19. Baru pada 1994, Wenger menariknya ke skuad utama Monaco.