RONALDINHO Gaucho berkarier sebagai pesepakbola profesional selama 20 tahun, atau tepatnya dalam kurun 1998-2018. Hampir semua trofi prestisius didapatkan pria asal Brasil tersebut selama berkarier di dunia si kulit bulat.
Beberapa di antaranya adalah trofi Liga Champions, Piala Dunia, Piala Konfederasi, Copa America, FIFA World Player hingga Ballon d’Or. Akan tetapi, ada satu event ternama yang gagal dimenangi ayah satu anak tersebut.
(Ronaldinho saat turun di Olimpiade Sydney 2000)
Ajang yang dimaksud adalah Olimpiade. Ronaldinho tercatat dua kali turun di Olimpiade, tepatnya pada 2000 (Sydney, Australia) dan 2008 (Olimpiade, Beijing). Seperti biasa, tim yang turun di Olimpiade adalah pemain yang berusia di bawah 23 tahun.
Saat itu, Ronaldinho berstatus sebagai pemain termuda karena baru berusia 20 tahun. Selain Ronaldinho, mayoritas personel Brasil U-23 saat itu berusia di atas 20 tahun. Salah satunya adalah Lucio (22 tahun) yang berperan membawa Brasil kampiun Piala Dunia 2002.
Meski berstatus sebagai pemain paling muda, Ronaldinho didewakan di skuad tersebut. Sebab, Ronaldinho menjadi pemain yang paling berpengalaman, mengingat ia saat itu sudah berstatus sebagai pemain senior Canarinha –julukan Timnas Brasil. Bahkan, Ronaldinho menjadi pemain andalan Brasil saat lolos hingga final Piala Konfederasi 1999.
Karena itu, Ronaldinho sangat diandalkan pelatih Vanderlei Luxemburgo di Olimpiade Sydney 2000. Saat itu, Brasil tergabung di Grup D bersama Jepang, Afrika Selatan dan Slovakia. Setelah melalui tiga pertandingan, Brasil keluar sebagai juara grup setelah mengoleksi enam angka.
Kala itu, Brasil menang 3-1 atas Slovakia dan 1-0 vs Jepang, namun tumbang 1-3 dari Afrika Selatan (Afsel). Finis sebagai juara Grup B membuat Brasil dipertemukan dengan runner-up Grup C, Kamerun, di babak perempatfinal.