Karena itu jika menilik catatan individu, tak ada yang perlu meragukan kualitas Ronaldo. Terlebih bersama tim, Ronaldo tampil prima di sepanjang 2018 ini. Ia sempat menghadirkan trofi Liga Champions 2017-2018 untuk Real Madrid, plus keluar sebagai top skor kompetisi.
Semenjak digelar pada 1956, trofi Ballon dOr diperuntukkan bagi individu yang tampil paling luar biasa ketimbang pesepakbola lain. Ambil contoh pada penganugerahan trofi Ballon dOr 2010. Lionel Messi mendapatkan trofi tersebut meski hanya mempersembahkan gelar Liga Spanyol 2009-2010 kepada Barcelona.
Padahal di saat yang bersamaan, ada Andres Iniesta dan Xavi Hernandez yang membawa Spanyol meraih trofi Piala Dunia 2010, plus mengantarkan Barcelona menjadi jawara Liga Spanyol. Selain itu, ada juga Wesley Sneijder yang meraih treble winner bersama Inter Milan, plus membawa Belanda lolos ke final Piala Dunia 2010.
Akan tetapi, deretan trofi di atas belum cukup untuk menghentikan Messi meraih trofi Ballon dOr 2010, mengingat ia tampil ganas sepanjang tahun tersebut. Karena itu, jangan heran jika Ronaldo dapat mengalahkan Modric, Varane dan Mbappe di perebutan trofi Ballon dOr 2018, meski ketiga nama itu meraih gelar lebih banyak ketimbang Ronaldo di sepanjang 2018.
(Ramdani Bur)