LIVERPOOL meraih hasil luar biasa di leg I perempatfinal Liga Champions 2017-2018, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB. Menjamu Manchester City di Stadion Anfield, The Reds –julukan Liverpool – menang 3-0! Kekalahan 0-3 merupakan yang tertelak dialami Man City musim ini.
Sepanjang musim ini di semua kompetisi, Man City baru empat kali kalah. Hebatnya, The Reds jadi klub yang memberikan dua kekalahan di antaranya bagi Man City. Banyak fakta menarik yang tersaji dari laga di atas pada dini hari tadi. Apa saja itu?
Berikut 5 fakta kemenangan Liverpool atas Man City, mengutip dari Sportskeeda:
5. Start Lambat Man City Harus Dibayar Mahal
(Foto: REUTERS/Carl Recine)
Man City yang biasa langsung menggebrak sejak awal pertandingan, melakukan anomali pada laga dini hari tadi. Pada 30 menit awal pertandingan, dominasi laga dikuasai Liverpool. Alhasil, The Reds racikan Jurgen Klopp sanggup unggul 3-0 di awal laga lewat gol-gol yang dicetak Mohamed Salah pada menit 12, Alex Oxlade-Chamberlain (20’) dan Sadio Mane (31’).
Gol Salah menunjukkan buruknya koordinasi di pertahanan Man City. Saat itu, Kyle Walker yang memiliki kesempatan untuk membuang bola, justru mencoba menahan terlebih dulu si kulit bulat. Alhasil, bola disambar Firmino untuk memudahkan Salah mencetak gol pembuka Liverpool.
4. Ketajaman Salah di Liga Champions Berlanjut
(Foto: REUTERS/Andrew Yates)
Salah tak hanya tajam di Liga Inggris dengan status sebagai top skor sementara lewat koleksi 29 gol. Winger berpaspor Mesir itu juga trengginas di Liga Champions 2017-2018. Dari sembilan penampilan, winger berusia 25 tahun itu mencetak tujuh gol.
Gol terbarunya tercipta dini hari tadi saat mencetak gol pembuka Merseyside Merah. Tak hanya mencetak gol, Salah juga memberikan assist atas gol ketiga Liverpool yang dikemas Sadio Mane. Akan tetapi, Salah diragukan tampil pada leg II perempatfinal Liga Champions karena pada laga dini hari tadi mengalami cedera paha.
3. Meredupnya Bintang-Bintang Man City
(Foto: REUTERS/Andrew Yates)
Man City memiliki beberapa pemain bintang, terutama di lini sentral. Di sana bercokol pemain-pemain berkelas dunia, sebut saja David Silva dan Kevin De Bruyne. Silva dan De Bruyne yang biasanya piawai mencetak peluang, dibuat mati kutu oleh pertahanan Liverpool yang dipimpin Virgil van Dijk.
Sepanjang pertandingan, Silva gagal melepaskan satu shot pun. Sementara itu, De Bruyne mencetak satu shot, namun tidak tepat sasaran. Bahkan Gabriel Jesus yang moncer saat membela Tim Nasional (Timnas) Brasil baru-baru ini dan mencetak satu gol ketika Man City mengalahkan Everton 3-1 akhir pekan lalu, tak bisa memberikan ancaman sama sekali ke pertahanan Liverpool.
2. Jurgen Klopp Belajar dari Pengalaman
(Foto: REUTERS/Lee Smith)
Klopp dikenal sebagai penganut sepakbola menyerang. Akan tetapi pada laga dini hari tadi, pelatih berpaspor Jerman itu sedikit mengubah gaya permainan timnya, terutama di babak kedua. Setelah mendominasi pertandingan di babak pertama, Klopp menginstruksikan timnya untuk memainkan strategi counter attack pada babak kedua.
Hasilnya, Liverpool sanggup mempertahankan keunggulan 3-0 yang sudah mereka gapai pada babak pertama. Klopp tidak gegabah menginstruksikan timnya untuk tampil menyerang karena mengambil pelajaran dari laga sebelumnya kontra Man City.
Pada lanjutan pekan 23 Liga Inggris 2017-2018, Liverpool menang 4-3 atas Man City, namun mereka sebenarnya sempat unggul 4-1. Saat itu, Liverpool tetap tampil terbuka ketika unggul 4-1. Alhasil Man City sanggup memanfaatkan celah terbuka di pertahanan Liverpool. Hal itulah yang tidak diulangi Klopp pada laga dini hari tadi.
1. Salah Alami Cedera
(Foto: REUTERS/Carl Recine)
Salah menjadi tumbal dari kemenangan Liverpool atas Man City. Mantan pemain Chelsea itu ditarik keluar pada menit 53 karena mengalami masalah pada pahanya. Hingga kini, belum diketahui kapan top skor sementara Liga Inggris 2017-2018 itu akan pulih.
Hilangnya Salah merupakan pukulan telak bagi Liverpool. Sebab saat ini Liverpool membutuhkan tenaga pemain andalan Timnas Mesir itu untuk bersaing finis di posisi empat besar Liga Inggris dan memenangi trofi Liga Champions 2017-2018.