SEJAK kecil, Cristiano Ronaldo tidak bisa dipisahkan dari sepakbola. Ke mana pun ia pergi, sebuah bola akan selalu dibawanya. Selepas pulang sekolah, Ronaldo kecil memang terlebih dulu pulang ke rumah.
Akan tetapi setelahnya ia langsung pergi untuk bermain bola dengan teman-temannya di jalan raya dekat rumahnya. Hal itu dilakukan Ronaldo karena di lingkungan rumahnya, Quinta do Falcao, tidak memiliki lapangan sepakbola.
Praktis dengan bermain sepakbola di jalan raya, Ronaldo harus berhadapan dengan motor, mobil hingga bus yang berlalu-lalang. Tiap kali ada kendaraan melintas, mereka lantas memindahkan batu yang saat itu dijadikan sebagai gawang.
Tiap kali Ronaldo dan kawan-kawan bermain bola, mereka selalu lupa dengan waktu. Mengutip dari buku The Obssesion For Perfection karangan Luca Caioli, hanya satu yang dapat menghentikan anak-anak itu bermain sepakbola.
Mereka akan berhenti bermain jika bola yang mereka gunakan terbang ke pekarangan rumah Mr. Agostinho. Tuan Agostino tidak segan merobek bola Ronaldo dan kawan-kawan jika si kulit bulat masuk ke halaman rumahnya.