LIONEL Messi menjalani musim-musim gemilang bersama tim junior Barcelona dalam kurun 2002-2004. Kehebatan Messi dalam mengolah si kulit bulat membuatnya diperebutkan dua negara sekaligus: Argentina dan Spanyol.
Argentina merupakan negara kelahiran Messi, sedangkan Spanyol tempat La Pulga (si kutu) menimba ilmu. Pada 2003, pelatih Timnas Spanyol U-16 yakni Gines Menendez menawari Messi untuk bergabung dengan timnya.
Beruntung bagi Argentina, Messi menolak tawaran tersebut. Meski telah lama meninggalkan Argentina, hatinya tetap untuk negara yang melahirkan pesepakbola-pesepakbola berkualitas macam Mario Kempes, Diego Maradona hingga Gabriel Batistuta itu.
Akhirnya pada medio Juni 2004, pelatih Timnas Argentina U-20 Hugo Tocalli memanggil Messi untuk bergabung dengan skuadnya. Saat itu Argentina U-20 akan bersiap menjalani dua laga uji coba kontra Paraguay dan Uruguay. Sebelum memutuskan memanggil Messi, Tocalli sudah lebih dulu menyaksikan video permainan pesepakbola yang saat itu berusia 17 tahun.
“Mereka memberi saya sebuah video rekaman tentang seorang anak yang sedang bermain di Barcelona. Saya sangat menyukai dia, namun saya sedikit khawatir rekaman tersebut berasal dari agen sepakbola. Lagi pula, anak itu masih sangat muda,” kata Tocalli mengutip dari buku The Inside Story of the Boy Who Became a Legend.
“Setelah pergi bersama Timnas Argentina U-17 di Finlandia, saya kembali untuk mencari tahu lebih banyak informasi mengenai anak itu. Semua orang mengatakan banyak hal hebat tentangnya. Saya pergi menemui Julio Grondona (Presiden AFA) dan akan berkesempatan melihat kemampuan anak ini, dalam dua pertandingan persahabatan, melawan Paraguay dan Uruguay,” lanjut Tocalli.