Kenangan Pelatih Tim Junior Barcelona kepada Messi, Anak yang Sulit Diatur dan Miliki Talenta Luar Biasa

Ramdani Bur, Jurnalis
Senin 05 Juni 2017 11:14 WIB
Messi (Paling bawah, nomor dua dari kiri) punya talenta luar biasa sejak kecil
Share :

SEMENJAK mentas bersama tim junior A Barcelona pada 2002, Lionel Messi selalu menjadi poros permainan timnya. Jika tidak mengalami cedera, pelatih tim junior A Barcelona saat itu, Alex Garcia, selalu memberikan satu tempat kepada Messi.

Akan tetapi dalam pengakuan Garcia, Messi merupakan anak yang sulit diatur. Bukannya Messi anak yang pendiam? Mengapa sulit diatur?

Sejak kecil, Messi memang dikenal sebagai anak yang pendiam. Ia lebih memilih bermain playstation ketimbang bermain bersama teman-temannya. Akan tetapi ketika sudah berada di lapangan hijau, segalanya menjadi berubah.

Messi menjadi sulit diatur terutama dalam hal taktik. Garcia yang menginginkan pemainnya memiliki versatilitas (kemampuan bermain di banyak posisi) terkadang memainkan Messi di posisi sayap kanan atau kiri. Namun pada ujungnya, Messi kembali beroperasi di posisi favoritnya (playmaker).

“Saat bermain bola, satu hal yang membuatnya tidak senang adalah bermain di luar posisi yang dia inginkan. Saya menempatkan dia di setiap posisi agar mampu mengembangkan keahliannya,” kata Garcia mengutip dari The Inside Story of the Boy Who Became a Legend.

“Saya menempatkannya di posisi pemain tengah, kadang pemain depan, ataupun di sayap kiri atau kanan. Tetapi dia tidak menyukainya. Dalam beberapa menit saja dia sudah berada di belakang striker. Dan saya tidak bisa menghentikannya,” lanjut Garcia.

Garcia yang sewaktu aktif sebagai pesepakbola bermain di posisi bek menilai, Messi memiliki talenta luar biasa. Talenta itu dibuktikan Messi di setiap latihan atau di pertandingan resmi tim junior A Barcelona.

Sejatinya Garcia sudah mengajarkan filosofi bermain Barcelona yakni 2-3 kali sentuhan dan selanjutnya memberikan operan kepada lawan. Namun, Messi kecil sulit diatur dan kerap menampilkan aksi individu meski hasilnya selalu positif bagi tim.

“Saya pikir dia memperkenalkan kepada kami tentang sepakbola jalanan, seperti yang mereka katakan di Argentina yaitu gerakan menghindari atau mengelak. Kami sudah bergantian mengajarinya beberapa macam teknik dalam sepakbola, yaitu permainan Barca menguasai bola, bermain keras, maju ke depan dengan dua atau tiga sentuhan. Semua pemain harus bisa memperlihatkan bakat mereka,” kata Garcia yang kini berusia 47 tahun.

Bersambung…..

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya