TERMASUK musim ini, Juventus telah sembilan kami lolos ke partai puncak Liga Champions. Namun, hanya dua di antaranya yang diselesaikan Juventus dengan kemenangan saat tampil di partai puncak.
Hal itu terjadi pada musim 1984-1985 setelah mengalahkan Liverpool 1-0, dan Ajax Amsterdam (1995-1996). Akan tetapi pada dua musim tersebut, Juventus gagal menyandingkan trofi Liga Champions dengan gelar Liga Italia. Pada 1984-1985, Juventus yang dimotori Michel Platini hanya finis di posisi enam. Sedangkan pada 1995-1996, Juventus finis di posisi dua di bawah AC Milan.
Sementara berkebalikan, ketika mampu menjadi juara Liga Italia, Juventus selalu gagal juara Liga Champions meski tampil di partai puncak. Percobaan pertama pada 1972-1973, saat itu Bianconeri –julukan Juventus– menjadi kampiun Liga Italia setelah unggul satu poin dari Milan di posisi dua.
Akan tetapi di final Liga Champions musim yang sama, Juventus ditaklukkan Ajax Amsterdam 0-1 lewat gol tunggal Johny Rep. Pengeculian terjadi pada musim 1982-1983. Saat itu di Liga Italia Juventus hanya menjadi runner-up di bawah Roma, plus takluk di partai puncak Liga Champions oleh Hamburg SV dengan skor 0-1.
Selanjutnya pada 1996-1997, Juventus juara Liga Italia setelah unggul dua poin dari Parma di posisi dua. Juventus yang saat itu dikomandoi Zinedine Zidane lolos ke final Liga Champions, namun takluk 1-3 dari Borussia Dormund.
Satu musim berselang, Juventus kembali meraih scudetto dengan keunggulan lima poin dari Inter Milan di posisi dua. Nahas bagi Juventus, tim asuhan Marcelo Lippi itu kembali takluk di partai puncak Liga Champions, kali ini oleh Real Madrid dengan skor 0-1.