UNTUK kesekian kalinya ambisi Arsenal untuk kembali mengklaim gelar Premier League dan tentunya titel Eropa yang sudah lama didambakan, bakal kembali kandas. Problem laten cedera pemain lagi-lagi jadi mimpi buruk buat para Gooners – fans fanatik Arsenal.
Terhitung, delapan pilar utama mereka harus masuk ruang perawatan, di antaranya Mikel Arteta, Yaya Sanogo, Serge Gnabry (lutut), Theo Walcott (ligamen lutut), Aaron Ramsey (hamstring), Olivier Giroud (tulang kering), Mathieu Debuchy (ligamen engkel) dan terakhir, Mesut Özil (ligamen lutut).
Padahal jika melihat kekayaan skuad jika masih punya kekuatan utuh, tim Meriam London bakal ditakuti tiap-tiap kontestan Liga Inggris, termasuk para rival mereka macam Chelsea, Manchester United, Manchester City dan Liverpool.
Sayangnya, “lagu lama” yang tak mengenakkan buat Arsène Wenger ini kembali menerpa bak kutukan di tiap musimnya. Ada apa sebenarnya dengan Arsenal? Sejak 2002 silam, The Gunners tercatat menderita 889 kali pemain cedera!
Apa ada yang salah dengan pelatihan fisik atau malah penanganan dari tim medis mereka? Pasalnya ketika sejumlah mantan pemain mereka tampil di klub lain, persoalan cedera yang mereka alami tak sesering saat masih berseragam The Gunners.
Sebut saja Özil yang baru diterpa cedera, sama sekali tak pernah mengalami cedera selama tiga musim kala masih bersama Real Madrid. Namun sejak gabung Arsenal, playmaker internasional Jerman berdarah Turki itu sudah punya koleksi 48 hari dan kini akan ditambah 84 hari lagi di ruang medis.
Lukas Podolski? Semasa masih bersama FC Köln, Prinz Poldi hanya melewatkan 42 hari dalam tiga musim. Namun Poldi sempat 117 hari absen selama dua musim terakhir di Emirates Stadium.
Lantas ada mantan kapten, Francesc Fábregas. 42 hari mengalami cedera dalam tiga musim di Barcelona, 299 hari dalam tiga musim di Arsenal. Sedangkan Gaël Clichy, belum sekalipun cedera dalam tiga musim di Man. City, tapi punya rekor 130 hari cedera di Arsenal.
Masih ada Alexandre Song yang tanpa pernah cedera selama dua musim di Camp Nou, namun merasakan 75 hari di ruang medis. Terakhir, Samir Nasri hanya menghabiskan waktu 50 hari saat cedera dalam tiga musim di City, namun 180 kali pernah dirasakannya di ruang medis Arsenal dalam tiga musim.
Sungguh statistik yang tentunya tak bisa dibanggakan. Sejumlah Gooners sendiri kecewa berat dan mungkin mulai merasa asa gelar liga musim ini, akan kembali pupus. Terlepas dari itu, mereka juga menuangkan kekecewaannya di media sosial, dengan beberapa sindiran yang unik.
Salah satunya dari @FootballFunnys yang meng-upload foto Mario Balotelli dengan menyingkap kaus dalam bertuliskan, “Why Always Me”, namun wajah Balo ditiban logo Arsenal.
Ada pula fans yang menyarankan klub berganti logo. Gambar meriam yang jadi ikon di emblem jersey klub, diedit pemilik akun @Kobus_Kunz dengan kursi roda.
Hal serupa juga diusulkan akun @raghavmandava. Fans yang satu ini, menyarankan Arsenal mengganti emblem sepenuhnya dengan sebuah logo berbentuk perisai merah, dengan tanda palang mirip bendera Swiss, diserta dua pasang alat bantu jalan.