Casillas Antara Benci & Cinta dengan Mourinho

Rintani Mundari, Jurnalis
Selasa 07 Oktober 2014 13:22 WIB
Iker Casillas. (Foto: Reuters)
Share :

MADRID – Kiper sekaligus kapten Real Madrid, Iker Casillas kembali menghangatkan berita seputar hubungannya dengan sang mantan pelatih, Jose Mourinho yang kini menukangi raksasa Premier League, Chelsea.
 
Di balik ketenangannya, tak ada yang mengira bila Casillas ternyata masih menyimpan luka mendalam terhadap Mourinho. Diungkapkan Casillas bahwa pelatih asal Portugal itu pernah melabelinya sebagai “pengkhianat dan tahi lalat”.
 
Masa kepelatihan Mourinho di Santiago Bernabeu memang dibumbui dengan aroma kontroversi. Salah satunya dengan membuat Casillas sebagai pilihan kedua, sementara posisi kiper utama ditempati oleh Diego Lopez yang kini justru bermain untuk AC Milan.
 
Usai bungkam cukup lama, Casillas akhirnya angkat bicara di hadapan publik mengenai kerenggangan hubungannya dengan Mourinho. Terlepas dari perang dingin lalu, Casillas mengaku tetap menghormati pelatih bernama lengkap José Mário dos Santos Mourinho Félix itu sebagai salah satu pelatih hebat yang pernah ada.
 
Berikut petikan isi hati Iker Casillas Fernández, seperti dilansir Canal+, Selasa (7/10/2014):
 
“Saya menghormati Mourinho, dia seorang pelatih yang hebat. Awalnya, hal-hal luar biasa terjadi dan hubungan baik itu seolah berakhir saat duel kontra Barcelona –setelah kejadian tersebut, Anda dapat katakan bahwa semua hal tidak berjalan dengan baik.”
 
“Mourinho awalnya mencoba memberi pesan dengan mencadangkan saya dan saya bereaksi. Itu pesan yang sukses karena membuat saya bekerja keras. Mourinho menyukai pemain yang jujur. Sergio Ramos, Cristiano Ronaldo, dan saya selalu mengatakan apa adanya kepadanya.”
 
“Saya kemudian menelpon Xavi dan Puyol untuk mengakhiri semua konflik antara pemain Real Madrid dan Barcelona. Kami menciptakan citra buruk. Setelah kejadian ini, Mourinho tidak berbicara dengan saya. Saya tidak tahu apakah hal itu mengganggunya, tetapi sejumlah orang mengatakan ‘Ya’.”
 
“Musim panas 2012, hubungan kami membaik. Kami sering berbicara, tetapi kemudian ada perubahan saat hari Natal. Tim tidak tampil baik dan hubungan saya dengan Mourinho kembali memburuk. Kami memiliki perbedaan pendapat, meski begitu kami tetap saling menghormati.”
 
Casillas kemudian mengakui bahwa laporan dari istrinya yang notabene seorang presenter TV, Sara Carbonero mengenai keretakan di ruang ganti kian memperburuk suasana. Namun, ditegaskan penjaga gawang tampan itu bahwa sang istri hanya mengatakan apa yang telah orang lain katakan.
 
“Lalu Sara melaporkan tentang masalah di ruang ganti dan itu hanya alasan untuk menyerang saya –saya pikir dia (Sara) hanya mengulangi apa yang orang lain telah katakan kepadanya.”
 
“Mourinho tidak mengatakan apa-apa kepada saya mengenai yang diucapkan Sara. Tetapi mudah untuk melihat perubahan dalam hubungan kami. Kemudian, saya mendapat cedera dan dua pekan setelahnya saya mendapat serangan. Saya dilabeli sebagai penghianat dan tahi lalat. Saya kecewa!”
 
“Awalnya saya ingin berbicara dengannya, tetapi kemudian saya memilih untuk diam. Banyak orang yang mengkritik sikap yang saya ambil. Karena saat itu saya tidak ingin menambah bensin dalam api. Anehnya, meski saya terluka, hubungan saya dengan Mourinho berjalan baik, kami bahkan berbicara sehari-hari.”
 
“Ketika saya pulih dari cedera, Aitor Karanka (asisten pelatih Madrid saat itu) mengatakan bahwa Mourinho tidak yakin saya cukup kompetitif dan dari sinilah semuanya dimulai. Rekan setim melihat ke arah saya dan bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi kepada saya.”
 
“Sementara saya terluka, saya agak terisolasi. Saya merasa tidak diinginkan dalam tim. Saya tetap menghormati Mourinho, tetapi ketika ada satu hal yang mengganggu atau mengusik Anda, maka Anda harus membahasnya.”
 
“Sejujurnya, kami (saya dan rekan setim) tidak pernah mengatakan kepada Florentino (Presiden Madrid) bahwa kami ingin Mourinho pergi. Dia salah satu pelatih terbaik, seorang pria berkarakter. Saya angkat suara sekarang karena saya pikir saya harus mengatakannya.”
 
“Sungguh menyakitkan ketika kesetiannya saya ke Real Madrid dipertanyakan –klub ini telah memberi saya segalanya.”

(Rintani Mundari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya