BANDA ACEH - Jagad sepak bola Indonesia sempat dirundung duka saat meninggalnya Akli Affan alias Akli Fairus. Untuk mengenang mendiang striker Persiraja Banda Aceh itu, laga Pra PON Aceh versus Timnas U 19 diawali dengan mengheningkan cipta untuk Akli.
Skuad kedua tim yang sudah memasuki lapangan membentuk lingkaran ikut tertunduk sejenak, memanjatkan doa untuk pemain asal Pidie tersebut. Sikap serupa diikuti para penonton yang memadati Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh dengan ikut berdiri dan berdoa. Suasana hening sejenak melanda seisi stadion, Jumat (6/6/2014) malam.
"Hadiri sekalian malam berbahagia ini kita mengenang salah satu pemain dari Persiraja yang baru-baru ini sudah meninggalkan kita berpulang ke rahmatullah," kata Ketua Asosiasi PSSI Aceh, Adly Tjalok yang memimpin hening cipta.
Sebelum pertandingan juga ada penyerahan sumbangan kepada keluarga Akli yang diterima langsung Teungku Affan Ahmad, ayah kandung almarhum. Sumbangan sebagai bentuk bela sungkawa diserahkan langsung Pelatih Timnas U 19, Indra Sjafri didampingi Zulfiandi dan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin.
Akli meninggal dalam perawatan di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh pada 16 Mei 2014, setelah enam hari dirawat akibat terjangan Kiper PSAP Sigli Agus Rochman dalam pertandingan lanjutan Devisi Utama Liga Indonesia, 10 Mei 2014. Kematian Akli ikut disorot media international.
Komisi Disiplin PSSI sudah memutuskan Agus Rochman bersalah karena terlalu tinggi mengangkat kaki dalam perebutan bola dalam kotak penalti. Agus dihukum satu musim tak boleh bermain sepak bola.
Selain kepada Akli, Djohar Arifin juga menyerahkan bantuan dari PSSI kepada Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Aceh. Bantuan diterima secara simbolis oleh perwakilan SSB sebelum laga dimulai.
(Alfa Septiano Mandalika)