AMSTERDAM – Kutukan Bela Guttmann terus berlanjut. Untuk kesekian kalinya, Benfica kalah di final kompetisi Eropa. Terakhir, Benfica menyerah 1-2 dari Chelsea di final Europa League 2013.
Benarkah ada kutukan di sepakbola? Tentu saja banyak yang akan menjawab tidak. Namun, kenyataannya sejak Guttmann melontarkan sumpah serapah, Benfica tak pernah berjaya di Eropa.
Guttmann, pelatih yang membawa Benfica juara Piala Champions 1961 dan 1962, mengutuk klubnya “Kalian takkan pernah juara di Eropa selama 100 tahun ke depan” pada 1962 silam. Ia marah karena tuntutannya naik gaji tak dipenuhi.
51 tahun berlalu dan Aguias (Si Elang—julukan Benfica) merasakan benar kutukan Guttmann. Enam final Piala Champions, satu final Piala UEFA, dan satu final Europa League, Benfica selalu keok.
Sosok asal Hungaria itu sudah meninggal pada 1981 lalu. Pria Yahudi ini dimakamkan di Wina, Austria. Ia pasti tak mengira eks klubnya bakal semerana ini. Di Amsterdam, ia menyaksikan Si Elang terjatuh lagi. Ironisnya, di Amsterdam pula Guttmann membawa Benfica memenangi Piala Champions 1962.
Bila kutukan Guttmann benar adanya, maka masih ada 49 tahun alias 4 dekade alias 8 windu lagi yang harus Benfica lalui tanpa sebuah gelar pun di Benua Biru. Sungguh bayangan masa depan yang membuat jeri para pendukung Si Elang.
Rekor Benfica di final kompetisi Eropa
Berhasil:
1961/62 Champion Cup: menang 5-3 vs Real Madrid CF
1960/61 Champion Cup: menang 3-2 vs FC Barcelona
Gagal
2012/2013 Europa League: kalah 1-2 vs Chelsea
1989/90 Champion Cup: kalah 1-0 vs AC Milan
1987/88 Champion Cup: kalah 6-5 (adu penalti) vs PSV Eindhoven (0-0 hingga ekstra time)
1982/83 UEFA Cup: kalah 2-1 vs RSC Anderlecht (Aggregat)
1967/68 Champion Cup: kalah 4-1 vs Manchester United FC (Ekstra time)
1964/65 Champion Cup: kalah 1-0 vs FC Internazionale Milano
1962/63 Champion Cup: kalah 2-1 vs AC Milan
Follow @bola_okezone untuk update seputar sepakbola
(Auzan Julikar Sutedjo)