MALAGA – Manuel Pellegrini berharap bisa bertahan di Malaga musim mendatang. Namun, keadaan memaksanya untuk meninggalkan klub asal Andalusia itu.
Saat ini Malaga memang bermain dengan kondisi keuangan yang sulit. Bahkan, hal itu membuat klub berjuluk Los Boquerones ini mendapatkan sanksi tidak bisa berlaga di kompetisi Eropa tahun depan setelah gagal membayar hutang klub.
Sebenarnya, Pellegrini sangat berharap bisa bertahan di La Rosaleda, markas Malaga. Tapi, kondisi klub yang mengalami kesulitan keuangan membuatnya terpaksa meninggalkan Los Boquerones.
“Saya tidak merasa dari kami ingin meninggalkan Malaga. Semua orang memilih untuk bertahan. Sayang, keadaan yang tidak mengijinkan kami untuk melakukan itu,” ujar Pellgrini kepada media.
“Saya sudah menyatakan tidak ideal mengakhiri musim seperti ini. Kami berada dalam situasi yang tidak biasa,” sambung entrenador asal Cile itu, sebagaimana diberitakan Goal, Minggu (12/5/2013).
Prestasi Pellegrini cukup mengagumkan. Dia berhasil membawa Malaga lolos ke babak semifinal Liga Champions. Prestasi ini membuat Manchester City tergiur untuk memboyongnya musim depan.
Pellegrini tidak memperdulikan hal itu. "Dikaitkan dengan klub lain tidak mengganggu saya atau membuat saya merasa tidak nyaman - itu adalah sesuatu yang biasanya terjadi pada setiap tahun," jelas pelatih 59 tahun tersebut.
(Hendra Mujiraharja)