LONDON – Sebagai pesepakbola asli Italia yang berkarier di Inggris bersama Tottenham Hotspur, Carlo Cudicini mengaku syok dengan apa yang menimpa fans Spurs, menjelang laga Europa League antara Lazio kontra Spurs, di kota Roma – homebase Lazio.
Kejadian itu disinyalir dilakukan oleh sejumlah oknum garis keras Laziale – fans fanatik Lazio. Tak hanya itu, kekerasan di kota abadi itu juga terjadi sebelumnya yang didapat sejumlah turis, tanpa bisa dicegah aparat kepolisian kota Roma.
Padahal selama ini, Cudicini tak merasa se-kaget itu perihal perangai fans sepakbola Italia. Dulunya bahkan, kiper cadangan Spurs itu merasa lebih ngeri melihat hooliganisme fans Inggris, ketimbang tifosi di Italia. Demi kemaslahatan bersama, pria kelahiran Milan 39 tahun silam itupun menggagas otoritas sepakbola Italia, untuk meneladani apa yang dilakukan di Inggris, untuk menekan kekerasan di antara fans.
“Saya rasa, Inggris bisa jadi contoh untuk semua negara menyoal fans. Inggris harus jadi kiblat, dalam hal bagaimana melihat solusi terhadap masalah hooligan. Saya ingat saat masih bermain di Italia, kami melihat Inggris layaknya tempat yang berbahaya untuk dituju. Tapi anehnya, sekarang berbalik,” beber Cudicini.
“Tidak banyak insiden yang terjadi di Inggris dan stadion-stadion di sana punya tempat untuk keluarga dan anak-anak menonton pertandingan. Saya membaca kejadian penyerangan itu dari internet dan saya terkejut. Saya tak bisa bayangkan di mana pendatang mengunjungi Roma untuk meihat-lihat kota dan menyaksikan pertandingan, tapi tiba-tiba ada yang ingin membunuh anda,” lanjutnya.
“Saya tidak ingin melihat kejadian itu. Jika hal itu terus terjadi, maka UEFA harus melakukan sesuatu. Karena saya rasa, Italia mulai menjadi tempat berbahaya untuk dituju. Jika terus terjadi, sesuatu harus dilakukan,” tutup Cudicini, seperti dinukil DailyMail, Sabtu (24/11/2012).
Tidak hanya peristiwa penyerangan, sejumlah Laziale di sektor tribun Utara stadion Olimpico, membentangkan sebuah spanduk dengan yel-yel berbau anti-semit. Memang maksudnya baik, untuk bersimpati pada rakyat Palestina yang kondisinya tengah kembali panas dengan Israel.
Tetapi caranya dianggap keliru. Para fans dalam laga Lazio kontra Spurs kemarin, sebuah spanduk bertuliskan “Free Palestine (Bebaskan Palestina)”, menjadi ungkapan solidaritas terhadap kemanusiaan. Tapi kemudian, terdengar sorakan-sorakan anti-semit yang merujuk pada tajuk, “Tottenham Yahudi”.
(Randy Wirayudha)