MANCHESTER – Real Madrid merupakan salah satu klub terbesar dan terbaik dunia. Merumput di Santiago Bernabeu merupakan impian setiap pemain, mengingat Madrid memiliki sejarah sepakbola yang mengagumkan.
Sederet pemain bintang pun pernah membela klub ibukota Spanyol itu. Namun, untuk menjadi bagian dari jawara La Liga musim lalu itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, begitulah yang diungkapkan pemain binaan Madrid, Javi Garcia.
Garcia yang kini bermain untuk Manchester City menambahkan bahwa pemain binaan akademi Real Madrid Castilla juga tidak mudah untuk mengamankan tempat sebagai pemain reguler Madrid. Mengingat Madrid cenderung menyukai pemain dengan kualitas instant, ketimbang mempromosikan talenta muda mereka.
“Sangat sulit untuk masuk dalam skuad Madrid dan lebih sulit lagi bertahan di sana. Untuk bermain di tim inti pun sangat sulit, hanya mereka yang terbaiklah yang dapat bermain di sana,” ungkap Garcia, seperti dilansir AS, Selasa (20/11/2012).
“Para pemain terbaik dunia ada di sana dan sulit untuk mengatasi segala tuntutan saat Anda mengenakan jersey Madrid,” lanjut gelandang bertahan itu.
Garcia sendiri hanya bermain tiga kali dalam skuad utama Los Blancos (2004), kemudian bergabung ke Osasuna pada musim 2007-2008, dan memutuskan kembali ke Real Madrid selama semusim dan hanya tampil di 15 pertandingan.
Minimnya kesempatan bermain menjadikan pemain berusia 25 tahun itu bergabung ke Benfica pada musim 2009-2012, hingga ia memutuskan menandatangani kontrak bersama City pada bursa transfer musim panas kemarin.
“Saya ingin bermain sepakbola, sehingga saya putuskan bergabung bersama Benfica, dan itu (bergabung ke Benfica) bekerja dengan baik. terbukti, saya berhasil masuk tim nasional Spanyol,” tandasnya.
(Rintani Mundari)