BARCELONA – Barcelona benar-benar tengah meradang terkait keputusan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) yang membatalkan hukuman dua pertandingan di ajang Piala Super Spanyol kepada pelatih Real Madrid Jose Mourinho.
Setelah sang presiden Juan Laporta mencak-mencak, kini Barcelona melalui juru bicara Toni Freixa, menyatakan kedongkolannya. Azulgranas tak habis pikir bagaimana mungkin perilaku ofensif Mourinho yang mencolok mata Tito Vilanova di Piala Super Spanyol musim lalu tidak dihukum sama sekali.
Seperti diberitakan Rabu kemarin, RFEF resmi membatalkan hukuman dua pertandingan Mourinho dan satu pertandingan Vilanova di Piala Super Spanyol. Dengan demikian, keduanya bisa mendampingi tim asuhannya dari pinggir lapangan di laga Super Copa musim ini pada 22 Agustus dan 29 Agustus mendatang.
Alasan keputusan RFEF tersebut adalah perilaku Mourinho tersebut bukan pelanggaran serius. Alasan ini membuat El Barca tentu semakin geram.
“Kami berpikir tindakan ofensif seperti yang dilakukan Mourinho tidak bisa tidak dihukum. Opini komite menilai itu bukan aksi serius, tapi itu sesungguhnya aksi yang sangat parah, bermaksud mencederai, yang semua orang saksikan,” kata Freixa seperti dikutip dari Goal, Kamis (12/7/2012).
“Kami marah dan tidak setuju dengan keputusan federasi. Kami telah secara formal meminta kepada federasi untuk membentuk komisi yang mengatur bagaimana tindakan memalukan semacam itu bisa lolos dari sanksi,” tandas Freixa.
(Auzan Julikar Sutedjo)