MADRID – Spanyol sebagai salah satu tim terfavorit di Euro – dan belakangan kembali mempertahankan gelarnya – tak lekang dari sorotan para kritikus. Tapi final kontra Italia yang berakhir 4-0, dianggap pilar Spanyol, Xabi Alonso, efektif membungkam kritik sejadi-jadinya.
Strategi false-nine yang dipadukan tiki-taka hasil racikan Vicente Del Bosque, sempat menuai komentar tak sedap dari para kritikus. Tanpa memainkan satu striker di starting XI, La Roja sempat tertahan Italia di partai perdana Grup C dan dianggap tampil membosankan di dua laga lainnya.
Tapi seiring berjalannya Euro, tim Matador mulai memperlihatkan betapa racikan Del Bosque itu ampuh menumbangkan tim manapun di fase knock out. Alonso beserta segenap skuad sadar akan kritikan itu dan akhirnya bisa tersenyum puas di hari terakhir Euro berbekal usungan trofi Euro ketiga Spanyol.
“Kami dengar kritik-kritik itu dan kami tahu bahwa banyak tulisan yang tak enak didengar. Itu memang terjadi. Sekarang sepertinya mereka akan punya pendapat lain,” ujar Alonso, sebagaimana disitat Sky Sports, Rabu (4/7/2012).
La Selección mencetak sejarah dengan menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan titel Eropa. Alonso mengakui meski Spanyol punya tekad begitu, tapi sebenarnya mereka tak menduga bisa menetapkan rekor baru itu.
Empat tahun lalu, mungkin Spanyol punya tekad kuat untuk kembali berprestasi setelah ‘tidur panjang’. Tapi di Euro kali ini, mereka hanya berusaha keras dan realistis di tiap laga tanpa sikap percaya diri yang berlebihan.
“Kami tak merasa punya kewajiban untuk mempertahankan gelar ini tapi kami juga tahu apa yang diharapkan dari kami. Mungkin empat tahun lalu euforia kami lebih membahana karena itulah pertama kalinya kami juara (lagi setelah lama terpuruk),” sambung ayah dua anak itu.
“Sekarang kami ingin kembali tenggelam dengan kebahagiaan ini. Belum saatnya memikirkan masa depan karena kami bisa melakukannya beberapa waktu ke depan. Yang kami tahu, prestasi ini takkan menjadi akhir dari segalanya,” tutup pilar Real Madrid berusia 30 tahun tersebut.
(Randy Wirayudha)