"Jerman Seakan Tidak Bernyawa!"

Sebastianus Epifany, Jurnalis
Jum'at 29 Juni 2012 20:01 WIB
Franz Beckenbauer (Foto: Daylife)
Share :

MUNICH - Mantan pemain sekaligus pelatih Tim Nasional Jerman, Franz Beckenbauer mengaku kecewa dengan penampilan Der Panzer yang tersingkir di semifinal Euro 2012 setelah takluk 1-2 dari Timnas Italia . Penampilan Timnas Jerman di laga itu bahkan dianggapnya seakan tidak bernyawa.

“Itu sangat menyakitkan. Sayang sekali. Sayang sekali. Saya pikir setelah 16 tahun, setelah terakhir kali memenangi turnamen Euro 1996 di Inggris, kami akan kembali siap untuk memenangkan gelar juara,” ujar Beckenbauer, seperti dilansir dari FIFA, Jumat (29/6/2012).

Beckenbauer merasa kini Jerman harus menanti lebih lama untuk meraih gelar, karena turnamen besar baru terselenggara dua tahun lagi, yakni Piala Dunia 2014 di Brasil. Padahalnya Euro 2012 adalah saat yang tepat mengakhiri 16 tahun paceklik gelar setelah Jerman terakhir kali menjuarai turnamen Internasional ketika perhelatan Euro 1996.

“Masih ada sesuatu yang hilang. Kini kami kembali harus menunggu dua tahun (Piala Dunia 2014) untuk mengejar gelar juara. Performa babak pertama bagi saya sangat misterius karena di empat laga sebelumnya kami tampil sangat percaya diri,” paparnya.

Pria berjuluk Der Kaiser ini mencoba menganalisis permainan Timnas Jerman dan menemukan hal yang mengecewakan. “Waktu 45 menit pertama sangatlah mengecewakan. Itu bukanlah tim Jerman yang sebenarnya,” imbuhnya.

“Mereka terlihat seakan tak bernyawa. Dibanding mengatur kecepatan pertandingan dan memberi tekanan pada tim Italia, mereka malah tidak bisa mengontrol lini tengah melawan musuh yang pintar. Kemudian ada dua kesalahan dalam bertahan yang mengakibatkan gol,” papar analisisnya.

Beckenbauer juga mengangkat kutukan Italia sebagai hal yang disesalkan olehnya. Maklum saja, Jerman tidak pernah menang dari Italia sejak Piala Dunia 1962. Bahkan sebelum duel kali ini Timnas Jerman tidak pernah menang, karena dari tujuh kali bentrok mereka hanya bisa imbang empat kali dan kalah tiga kali.

“Saya pikir kami terlalu menghormati Italia. Pembicaraan mengenai kutukan kala melawan Italia telah mempengaruhi para pemain. Daripada kita kecewa, kami tidak boleh melupakan bahwa mencapai semifinal bukanlah bencana. Negara-negara sepakbola besar lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda tentu suka meraih itu,” pungkasnya.
 

(Sebastianus Epifany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Bola lainnya