WARSAWA – Jika para personil tim Rusia dan Polandia coba meredakan ketegangan suporter ketika kedua tim bentrok di laga kedua grup A dini hari nanti, sejumlah besar media lokal justru mengompori panasnya pertemuan ini dengan mengaitkan fakta-fakta historis kedua negara.
Polandia diketahui selama 40 tahun berada di bawah ketiak Uni Soviet sebelum akhirnya dinasti komunis itu runtuh di tahun 1989. Tapi sentimen kedua pihak belum juga mereda, terlebih Polandia dan Rusia sudah berseteru sejak awal milenium ini.
Yang mungkin paling diingat para warga Polandia adalah peristiwa pertempuran di sungai Vistula. Di tahun 1920 terjadi pertempuran Warsawa (Battle of Warsaw). Bala serdadu Bolshevik Rusia sempat pede akan menang pertempuran, tapi akhirnya harus tunggang langgang ke arah negerinya sendiri usai dipukul mundur tentara Polandia nan gagah melindungi bumi pertiwinya.
Kini, kondisinya nyaris serupa. Hanya saja akan terjadi di lapangan hijau. Rusia sedang dalam euforia tinggi usai menang telak 4-1 kontra Republik Ceska di partai pertamanya. Tak lama lagi, keduanya akan kembali bersua di Warsawa, tepatnya di stadion Narodowy yang notabene tak jauh dari sungai Vistula.
Media-media Polandia pun menjadi ‘kompor’ tensi pertandingan keduanya. Headline yang paling menarik perhatian mungkin diambil dari slogan tentara Polandia yang berbunyi ‘Faith, Hope, Motherland (Keyakinan, Harapan, Bumi Pertiwi)’ yang dipelintir media menjadi ‘Faith, Hope, Smuda (merujuk pelatij Franciszek Smuda)’.
Di tabloid bernama Newsweek edisi Polandia juga tak kalah menarik mata. Di halaman depan disajikan sosok Smuda berseragam komandan kesohor Polandia di pertempuran Vistula 1920, Jozef Pilsudski.
Tapi berkenaan dengan panasnya laga yang dibuat-buat sejumlah media tersebut, Smuda menanggapinya dingin. Smuda tak ingin mengaitkan sepakbola dengan sejarah yang sudah lampau.
“Umumnya, kami tak memukirkan semua itu. Kami hanya memikirkan sepakbola. Apa yang ada di publik, kami tak terlalu tertarik. Kami hanya akan berkonsentrasi pada pertandingan,” ungkap Smuda kepada DailyMail, Selasa (12/6/2012).
(Randy Wirayudha)