Ramadhan Sesalkan Penalti Palestina

Windi Wicaksono, Jurnalis
Rabu 23 Mei 2012 09:56 WIB
Timnas berlatih.(foto:thirty37seven)
Share :

HEBRON - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit usai disingkirkan tuan rumah Timnas Palestina di semifinal Turnamen Al-Nakbah, Selasa (22/5/2012) malam WIB.
 
Indonesia kalah 1-2 dari Palestina, namun Manajer Timnas, Ramadhan Pohan tetap memuji permainan Samsul Arif cs dan menyesalkan keputusan wasit yang memberi penalti pada tuan rumah.
 
"Indonesia sudah lakukan yang terbaik. Irfan Bachdim, Wijitanto, Hamdi, kiper Hendra sudah maksimal. Tapi inilah sepak bola. Main bagus tidak harus berarti juara," ujar Ramadhan dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (23/5/2012).
 
"Sayang sekali permainan indah kita dirusak oleh penalti. Mental teman-teman sempat turun. Begitupun Bachdim ketika dijatuhkan di kotak penalti, kita tak beruntung karena tak diberi penalti. Patut dipuji kesabaran pemain kita yang merespons sportif," jelasnya.
 
Politisi Partai Demokrat ini juga menambahkan, dengan skuad Indonesia yang tinggal 15 orang, serta masih tertahannya Okto Maniani dan Joshua Pahabol di Jordania, praktis Timnas minim kekuatan dan kekalahan ini bagi Ramadhan didapat secara terhormat.
 
"Kita terhenti secara terhormat. Dengan 15 jumlah pemain tersisa, karena beberapa cedera dan Okto-Pahabol tak dapat visa, perjuangan coach Nil Maizar sudah maksimal," paparnya.
 
"Kami ucapkan terima kasih pada publik sepak bola Tanah Air atas dukungannya. Kami minta maaf karena terhenti di semifinal," lanjutnya.
 
"Para pemain kita mayoritas 90 persen debutan dan masih muda-muda. Dan mereka sudah berupaya maksimal dan lakukan yang terbaik. Kita patut apresiasi," pungkas Ramadhan.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya