JAKARTA - Kabar kurang mengenakan datang dari pelatih Tim Nasional (timnas) U-23 dan U-22, Aji Santoso. Mantan pelatih dan pemain Persebaya Surabaya ini dijatuhi hukuman empat kali tidak boleh mendampingi tim di pertandingan internasional resmi FIFA dan denda 6.000 franc Swiss.
Sanksi tersebut diterima Aji manakala memimpin timnas Merah Putih saat dipermalukan Bahrain, 10-0, di laga pamungkas kualifikasi Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 Zona Asia Grup E, 29 Februari yang lalu.
Aji yang saat itu tidak puas dengan beberapa keputusan Andre Al Haddad, yang salah satunya mengkartu merahkan Syamsidar, sempat melontarkan kata-kata 'Uang terlihat disini'. Kata-kata itu sendiri ditujukan Aji, kepada perangkat pertandingan Bahrain kontra Indonesia.
"Aji Santoso terbukti melanggar pasal 48 kode disiplin FIFA, tentang melontarkan pernyataan menyerang perangkat pertandingan," terang FIFA di surat bertanggal 30 Maret 2012 tersebut.
Aji sendiri mengaku menerima apapun yang diputuskan oleh FIFA. Pemain kelahiran Malang, Jawa Timur, tersebut, menyatakan jika apapun langkah yang akan diambil kedepannya, diserahkan seluruhnya kepada pengurus PSSI.
"Kalau itu sudah menjadi keputusan FIFA, dengan jiwa besar saya hanya bisa mengambil pelajaran dari kejadian yang terjadi di Bahrain tersebut. Apakah ada upaya banding ? Itu nanti akan tergantung dari pengurus PSSI," terang Aji.
"Kalau pengurus ingin banding saya setuju. Kalau memang pada akhirnya tidak ada usaha banding dari pengurus PSSI, tidak ada masalah bagi saya. Tapi yang pasti, saat itu saya tidak melontarkan penghinaan, saya hanya katakan apa ada uang disini kepada hakim garis," sambung pelatih yang juga mantan punggawa timnas Indonesia era 1990 tersebut.
Sikap bertahan menyangkut masalah yang membelit Aji, seolah ditunjukan PSSI. Federasi tertinggi sepakbola Indonesia tersebut mengaku, tidak akan melancarkan proses banding terkait keputusan tersebut. Lewat Direktur Legal PSSI, Finantha Rudy, hukuman untuk sang juru taktik sudah berjalan.
Namun Rudy menambahkan, sikap PSSI bisa saja berubah jika hasil investigasi yang dilakukan FIFA terkait adanya dugaan permainan dalam pertandingan terbukti. Jika benar hal itu terbukti, jalur Court of Arbitration for Sports (CAS).
"Kalau nanti hasil investigasi FIFA terbukti adanya permainan jual beli dalam pertandingan tersebut, kami akan melakukan proses banding terkait kasus yang diterima Aji. Mungkin, jalur pengadilan arbitrase internasional untuk olahraga (CAS), akan kami maksimalkan," tutur Rudy.
Jika Rudy menyatakan, masih menunggu putusan FIFA untuk menggelar proses banding, pernyataan berbeda disampaikan kordinator timnas Indonesia, Bob Hippy. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menerangkang, jika PSSI siap melancarkan proses banding terkait sanksi yang dijatuhkan kepada Aji.
"Ini kasus baru. Yang pasti kami siap ajukan appeal (banding), soal kasus ini. Kami tentu tidak akan berdiam diri menyangkut kasus tersebut. Karena kami selalu siap membantu pemain atau pelatih yang mendapatkan kesulitan," tandas Bob.
(A. Firdaus)