POLANDIA dan Ukraina memiliki kesamaan di Euro 2012.Ya apalagi kesamaannya kalau bukan dua negara yang diserahi tugas UEFA sebagai tuan rumah. Itu kesamaan yang paling gampang. Perbedaannya? Boleh lah kita sebut satu saja. Ukraina lebih sial dibanding Polandia karena berhadapan dengan tebing-tebing cadas.
Saat pembagian grup dibacakan di Ukraine Palace of Arts Desember lalu, bisa dipastikan senyum kubu Polandia lebih merekah. Mereka dikelompokkan di Grup A, bersama Rusia, Yunani, dan Republik Ceska.
Sedangkan Ukraina harus menerima kenyataan terperangkap di Grup D. Ukraina harus satu grup dengan Inggris Prancis serta Swedia. Lumayan termaut setelah Grup B yang diisi Portugal, Denmark, Jerman dan Belanda. Mungkin setelah melihat hasil undian itu, dada pelatih Ukraina Oleh Blokhin jadi sesak, seperti ketika menghadapi perceraian dengan istrinya, Iriana Deruginia pada 1990 silam.
Memang, siapa yang gampang yakin Ukraina bisa lolos dari hadangan Prancis dan Inggris, dua kekuatan sepakbola besar di dunia. Kalaupun ada optimisme, boleh jadi itu hanya untuk menghibur diri.
Lagipula, kedua negara itu tidak sedang ada di bawah grafik. The Three Lions, julukan Inggris, memang melempem di Piala Dunia 2010 lalu. Itu di luar prediksi juga. Tapi Inggris tetap Inggris. Siapa lawan yang sebelum kick-off punya keyakinan penuh bisa menekuk Inggris?
Boleh tengok rekor mereka. Juara dunia Spanyol pernah mereka paksa menelan gol Frank Lampard, yang membuat La Furia Roja tersungkur 0-1 di Wembley Stadium dalam laga persahabatan November tahun lalu. Selebihnya, dari 10 pertandingan terakhir, Inggris hanya sekali merana. Kekalahan itu diderita saat bersua Prancis 11 November 2010 lalu.
Prancis lebih ngeri. Usai gagal total di Piala Dunia 2010, Prancis belum terkalahkan, dalam 17 pertandingan resmi maupun persahabatan. Pasukan Laurent Blanc sepertinya sedang solid-solidnya berbaris menuju Donetsk, tempat laga awal mereka melawan Inggris digelar 11 Juni nanti.
Lalu Swedia juga bukan lawan sembarangan. Setidaknya meski di lima laga terakhir, dua kali menanggung kalah, Swedia pernah menyikat Belanda 3-2 Oktober tahun lalu di kualifikasi Euro. Lumayan bukan.
Jalan memang curam. Tapi mau tidak mau, Zhovto-Blakytni, julukan Ukraina, harus turun ke lapangan dan bertempur sampai titik darah penghabisan. Andriy Shevchenko harus bisa memotivasi rekan-rekannya untuk menancapkan tekad baja demi menerjang minimal lawan-lawan di fase grup. Ukraina tentu tidak mau, terlalu pagi menyisih dari pesta yang mereka ciptakan di rumah sendiri.
Toh, Ukraina tidak perlu terlalu berkecil hati menghadapi nama-nama besar itu. Mereka pernah melumat Inggris, meski itu terjadi dua tahun lalu dan tiga pertandingan sebelumnya selalu takluk. Pada 2008 lalu, Swedia juga pernah mereka bekuk 1-0, di kualifikasi Euro setahun sebelumnya, Ukraina menahan imbang Prancis 2-2. Jadi, meski sulit, harapan selalu ada. Siapa tahu di Euro perdana bagi Yellow-Blues ini, sejarah manis bisa tertoreh. Bukan hanya sebagai tuan rumah dan penggembira turnamen.
(Fitra Iskandar)