ROMA – Skor kaca mata melawan Inter membuat AS Roma meraup poin pertamanya musim ini. Namun, meski tampil dengan penguasaan bola, I Giallorossi kerap keteteran mengantisipasi serangan balik.
“Saya tak menyukai pertandingan di 10-15 menit terakhir (lawan Inter-red), kami memberikan ruang terlalu banyak dan kehilangan ketajaman. Kami berisiko dengan serangan balik yang terlihat saat melawan Cagliari (pekan lalu) dan Slovan Bratislava (Europa League),’ paparnya mengomentari jalannya pertandingan.
“Mungkin karena kelemahan kami adalah dalam serangan balik, kami tampil lebih baik melawan tim besar ketimbang tim kecil,” imbuh De Rossi.
Kendati gagal meraup kemenangan, Roma tetap mendapat dukungan penuh dari tifosi. Menurut gelandang internasional Italia, Roma masih butuh waktu untuk menemukan penampilan terbaik, setelah kehadiran pelatih anyar Luis Enrique.
“Saya melihat kerja bagus dari semua orang dan kami berada di jalur yang benar. Ini membutuhkan waktu dan kesabaran, jadi kami senang fans mulai memahami itu,” tandas pemain usia 26 tahun.
“Suporter memberikan aplaus di peluit akhir saat kalah dari Cagliari. Kami terkesan, karena itu reaksi luar biasa. Reaksi itu memberikan kekuatan untuk saya,” ujar De Rossi, seperti dikutip Football-Italia, Minggu (18/9/2011).
Enrique membuat perombakan signifikan di tim dengan memainkan De Rossi di depan barisan belakang. Dengan posisi barunya De Rossi harus memblok serangan lawan sekaligus memberikan umpan ke lini depan.
“Sejujurnya saya merasa telah menemukan posisi ideal di lapangan. Jika tim terorganisir, Anda lebih bebas memberikan umpan. Saya merasa terbantu dengan gaya kami musim ini,” pungkasnya.
(Dewi)