MUNICH - Nama Jurgen Klinsmann mungkin dianggap jaminan mutu, sehingga Timnas Amerika Serikat mengontraknya. Tapi bagi Philipp Lahm, Klinsmann bukan pelatih yang berkualitas.
Punggawa Bayern Munich, itu melihat Klinsmann hanya fokus kepada aspek fisik dalam pertandingan dan mengabaikan taktik saat dirinya menukangi The Bavarian. Klinsmann akhirnya hanya bertahan sebentar pada 2008. Kariernya di Munich tidak bertahan lama karena bintang Jerman di Piala Dunia 1990 itu dipecat, saat timnya harus menjalani lima pertandingan tersisa.
“Pengalaman dengan Klinsmann adalah sebuah kegagalan. Kami hanya bekerja keras untuk kebugaran kami dalam latihan. Dia tidak terlalu peduli dengan hal-hal taktik,” urai Lahm seperti dikutip Goal dari autobiografinya, yang akan mulai dilempar ke pasaran pekan ini, Selasa (23/8/2011).
Menurut Lahm, Klinsmann cenderung membiarkan pemain mendiskusikan taktik menjelang pertandingan. Hal itu membuat pemain tidak kerasan dilatih Klinsman karena mereka yakin jika Klinsmann tetap bertahan, dia hanya akan membawa Munich kepada kegagalan.
“Semua pemain tahu setelah delapan pekan, bahwa mereka tidak bisa bekerjasama dengan Klinsmann. Sisa kampanye, tidak ada arti apa-apa selain sebagai membatasi kegagalan,” ungkapnya.
Klinsmann yang kini berusia 47 tahun sempat menganggur sejak meninggalkan Munich pada 2009, namun kini dia kembali ke sepakbola setelah Amerika memutuskan untuk merekrutnya bulan lalu.
Klinsmann masuk ke Munich sebagai suksesor Ottmar Hitzfeld, Juli 2008. Di tangannya Munich sempat mencapai perempat final Liga Champions namun petualangan Munich dihentikan Barcelona.
Di Bundesliga, Munich hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen dengan 16 kemenangan, 6 kali imbang dan tujuh kekalahan. Namun meski ada lima pertandingan tersisa, klub memecatnya menyusul perseteruan Klinsmann dengan petinggi klub.
(Fitra Iskandar)