MILAN – Samuel Eto’o kurang suka dengan kebijakan Mourinho saat masih melatih Inter Milan.Kini kegusaran itu berubah menjadi rasa terima kasih.
Di rezim Mourinho, Eto’o kerap dimainkan di sayap lapangan. Posisi ini membuatnya kurang nyaman sehingga tidak bisa tampil maksimal. Seiring kedatangan Benitez sebagai suksesor Mou, striker Kamerun ini kembali menempati posisi aslinya sebagai striker murni. Hasilnya Eto’o menggila. Dari 10 pertandingan, dia menorehkan 12 gol bagi Inter di semua kompetisi.
Kebijakan Mourinho kini dirasakan manis baginya.Dengan posisi yang pernah diberikan Mou, mantan striker Barcelona ini bisa memahami peran lain di lapangan.
“Saya tidak akan berhenti berterimakasih pada Mourinho. Dia unik. Dia membuat saya mengerti peran lain.Saya tidak bisa membayangkan melakukan itu.Mou menjadikan saya lebih komplet.Ini tentu membuat saya merasa lebih aman,” ujar Eto’o seperti dikutip Football-Italia, Jumat (22/10/2010).
Eto’o juga memuji rekan satu timnya, seperti Sneijder, Zanetti, Diego Milito.Para pemain itu membuatnya nyaman bermain dan sangat membantunya menampilkan performa terbaik.
“Jika semua bermain baik, semuanya menjadi lebih mudah.Ini kerja tim, termasuk Materazzi, pemain eksentrik di bangku cadangan. Dia memiliki peran penting,” sambung Eto’o.
(Fitra Iskandar)