JAKARTA - Timnas Indonesia kembali menuai hasil positif pada laga ujicoba kedua, di bawah naungan pelatih anyar Alfred Riedl. Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (5/9/2010) malam, skuad Merah Putih membungkam klub swasta profesional, ProTitan, tiga gol tanpa balas.
Setelah menang 4-1 atas Persita Tangerang, Kamis (2/9/2010) malam, giliran klub bermarkas di Medan, Sumatera Utara, yang menyambangi ibukota. Seperti pada laga ujicoba pertama, laga kali ini juga berlangsung 4x30 menit. Hanya susunan Starting XI yang diturunkan Alfred Riedl sedikit berbeda.
Bambang Pamungkas masih tampil sebagai starter dan menyandang ban kapten. Kiper milik Arema Indonesia, Kurnia Meiga, dan kapten tim Persib Bandung, Nova Arianto, kali ini langsung dimainkan. Karena cedera, kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu, Yongki Aribowo dan Ricardo Salampessy tidak tampak di lapangan.
Tak seperti laga perdana, tempo permainan malam ini langsung meninggi. Sejumlah peluang timnas tercipta dan cukup membahayakan gawang ProTitan.
Dibuka dengan tendangan sudut Firman Utina, hanya dioper pendek ke Zulkifli Syukur, yang mengarahkan bola ke tengah kotak penalti, namun tak satupun pemain timnas yang sukses menyambutnya.
Begitu juga dengan tendangan sudut Toni Sucipto. Kemelut sempat terjadi di luar kotak pertahanan ProTitan, hingga akhirnya bola menghampiri Nova. Sayang, sundulan bek berkepala plontos masih melambung.
Jaya Teguh Angga berkesempatan menjebol gawang ProTitan, usai disodorkan umpan silang Zulkifli. Namun, penyerang bernomor punggung 10 dihalau pemain belakang lawan. Tendangan Arif Suyono, hasil umpan Firman Utina, juga masih jauh dari sasaran.
Firman mendapat peluang lewat tendangan bebas dari sisi kiri, sayang sedikit melambung di atas mistar gawang. Hingga akhirnya, kebuntuan terpecah lima menit jelang turun minum pertama.
Berawal dari Jaya di sisi kanan, mengarahkan bola pada Zulkifli, lalu diteruskan ke tengah kotak penalti, dan disambut dengan sundulan Bepe namun bola urung bersarang ke gawang ProTitan. Adalah Arif Suyono yang menyambarnya dan membawa timnas unggul 1-0.
Babak kedua terasa lebih panas. Baru berjalan dua menit, timnas sudah menggandakan keunggulan. Kali ini melalui kaki Bepe yang melesakkan tendangan bebas tepat ke sisi kanan gawang ProTitan. Timnas memimpin 2-0.
Friedl tak melakukan pergantian pemain di babak kedua ini, sebelum Jaya terpaksa meninggalkan lapangan. Striker milik Persema Malang mengalami benturan dengan pemain ProTitan hingga kepala keduanya mengeluarkan darah. Isnaeni pun masuk menggantikan Jaya.
Babak ketiga, Friedl masih mempertahankan Isnaeni dan Nova, yang mewarisi ban kapten Bepe. Sederetan nama pun masuk, seperti kiper Persib Bandung Markus Haris Maulana, Benny Wahyudi, Ahmad Bustomi, Dony Siregar, Atep, serta Eka Ramdani.
Tempo permainan sempat menurun. Nyaris hambar tanpa serangan berbahaya, sebelum Isnaeni mengkonversi umpan cantik Atep dari sayap kiri. Tepat di menit 75, timnas jauh memimpin 3-0.
Friedl menarik Nova dan Maman masuk kembali, sekaligus menyandang ban kapten. Sebelum turun minum ketiga, tendangan keras Atep nyaris menjebol gawang ProTitan, namun masih bisa dihalau kiper. Demikian juga dengan tendangan bebas Isnaeni yang mampu diantisipasi.
Perombakan pemain tak lagi dilakukan Friedl di babak terakhir. Markus masih mengawal gawang timnas, menyusul cedera yang dialami Ferry Rotinsulu. Hanya Tony Sucipto yang kembali diturunkan mengganti Maman, plus dengan ban kapten.
Kerjasama Ahmad Bustomi dan Dony Siregar sempat mengancam gawang ProTitan. Demikian juga dengan tendangan lurus Bustomi yang masih melambung di atas mistar gawang. Di menit-menit akhir pertandingan, tendangan dan sundulan Eka Ramdani hampir menguatkan dominasi timnas, namun masih jauh dari sasaran.
Terlalu asik menyerang, gawang Markus justru nyaris kebobolan. Beruntung, mantan kiper Arema ini sigap menangkap si kulit bundar. Hingga wasit meniup peluit panjang, kemenangan 3-0 timnas urung berubah. Laga ujicoba selanjutnya, skuad Merah Putih dijadwalkan bertemu dengan Timnas Pantai Gading, 13 Oktober mendatang.
(Azwar Ferdian)