FIRENZE - Pengadilan Anti-doping Italia (TNA) memutuskan mengurangi hukuman bomber Fiorentina Adrian Mutu menjadi sembilan bulan larangan tampil terkait kasus doping yang dialaminya.
Mutu gagal melewati dua tes doping, Januari silam, setelah mengkonsumsi obat yang diakuinya sebagai obat diet. Namun, belakangan, terbukti obat itu mengadung substansi terlarang, yakni Sibutramine. Alhasil, Komite Olimpiade Nasional Italia menuntut larangan tampil selama 12 bulan (satu tahun). Namun, TNA memutuskan, hukuman sembilan bulan lebih layak diberikan.
Atas putusan ini, striker Rumania yang pernah terlibat masalah serupa di Chelsea, melontarkan permintaan maaf kepada La Viola serta para fans klub yang bermarkas di Artemio Franchi.
"Kepada rekan-rekan setim saya, klub, serta fans, saya minta maaf karena meninggalkan Fiorentina dalam beberapa bulan terakhir. Saya sedih memikirkan seharusnya saya bisa berada bersama tim saat ini, dan saya ingin meminta maaf atas semuanya," ungkap Mutu kepada situs resmi klub, Selasa (20/4/2010).
"Saya tidak puas dengan pengurangan tiga bulan hukuman. Saya tahu saya telah melakukan kesalahan, tapi saya pikir sembilan bulan waktu yang terlalu lama," imbuh pria 31 tahun.
"Kini, kami akan melihat apa yang bisa dilakukan. Saya melakukan kesalahan, tapi saya berharap mendapat hukuman yang lebih ringan," pungkasnya.
Mutu dijadwalkan kembali merumput pada 29 Oktober, setelah menghabiskan dua bulan masa hukuman selama proses pengadilan berjalan.
(Defanie Arianti)