MILAN - Gelandang Inter Milan Wesley Sneijder secara terbuka meminta maaf atas kartu merah yang diterimanya pada
Derby della Madonnina, akhir pekan lalu.
Bintang internasional Belanda diusir dari lapangan beberapa saat setelah wasit mengeluarkan kartu kuning untuk bek tengah asal Brasil Lucio. Sneijder mendapat kartu merah akibat aksinya bertepuk tangan secara sarkastik di hadapan wasit guna memprotes keputusan itu.
Nerazzurri harus kehilangan dua pemain ketika menghadapi musuh bebuyutan AC Milan, Senin (25/1/2010) dini hari WIB. Lucio akhirnya menyusul Sneijder setelah menerima kartu kuning kedua di penghjung laga. Beruntung, Inter tetap meraih hasil maksimal berkat dua gol yang dicetak Diego Milito dan Goran Pandev.
Pihak Inter sendiri mengecam sanksi larangan dua laga yang dijatuhkan kepada Sneijder dan menilainya keputusan yang tidak adil. Sementara, pelatih Jose Mourinho harus berhadapan dengan komisi disiplin karena menuduh adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha menghentikan laju Inter dengan cara-cara kotor.
Namun, Sneijder sendiri cukup lapang dada menerima hukuman yang diterimanya. Mantan punggawa Real Madrid mengakui, tindakannya saat itu "sangat bodoh" karena bisa mengancam peluang Inter membukukan kemenangan.
"Saya sangat bodoh melakukan hal itu. Saya membahayakan seluruh tim dan diri saya sendiri melalui tindakan ini. Tapi, saya belajar dari kesalahan yang saya perbuat," ungkap Sneijder dalam situs pribadinya seperti dikutip
Football Italia, Jumat (29/1/2010).
Kemenangan 2-0 Inter atas Milan pekan lalu kian mengukuhkan posisi Sneijder dkk di pucuk klasemen dengan koleksi nilai 49, atau unggul sembilan angka atas Rossoneri. Akhir pekan ini, Inter akan melawat ke kandang Parma dalam
giornata 22.
(Defanie Arianti)