LONDON - Guus Hiddink pantas dinobatkan memiliki otak jenius. Arsitek asal Belanda ini mampu menyumbangkan satu gelar bergengsi bagi The Blues, kendati hanya membesut dalam tiga bulan.
Permintaan agar dirinya melanjutkan karier di Stamford Bridge. Namun Hiddink lebih memilih kembali ke Rusia. Pasalnya, dia memiliki tanggung jawab dan janji membawa Tim Beruang Merah melaju ke putaran final Piala Dunia 2010.
Sabtu pekan lalu, Hiddink memimpin anak asuhnya meraih mahkota FA Cup. Ini menjadi gelar penghibur setelah gagal merebut tropi Premier League dan Liga Champions. Dia juga menjadi pelatih kedua sejak Jose Mourinho yang mampu mempersembahkan gelar bagi Chelsea.
"Saya tidak perlu memberikan nasihat perpisahan. Mereka sangat bijaksana dan miliki penilaian baik. Mereka tahu bulan terakhir ini hanya memiliki satu kekalahan melawan Tottenham Hotspur. Mereka juga tahu kemampuannya dan yang mungkin menjadi dasar untuk masa depan,'' kata Hiddink seperti dilansir reuters, Senin (1/6/2009).
"Saya pikir stabilitas merupakan kunci bagi klub ini dan merupakan kebijakan jangka pendek yang baik. Mereka memiliki strategi yang sangat baik, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang. Kemudian Anda dapat membangun sebuah tim dan menjaga performa yang tinggi," tegas Hiddink.
(Fetra Hariandja)