SESEKALI menjadi seorang raja, dapat Anda rasakan dengan menu yang pernah dinikmati para pemimpin itu. Hadir dengan konsep Dinasti Tang di Tiongkok, T'ang Chinese Restaurant menyajikan aneka menu menarik ala kerajaan.
Dinasti Tang yang memerintah pada 618 - 907,adalah satu dari tiga dinasti paling berpengaruh di Tiongkok sepanjang sejarah mereka. Pada zaman pemerintahan dinasti tersebut, kemakmuran menjadi sejarah paling dibanggakan masyarakatnya.
Kesejahteraan masyarakat tentu saja tercermin dengan kehidupan yang berkecukupan dan hadirnya aneka makanan yang mengundang selera dan bervariasi. Mengusung konsep kesuksesan masyarakat pada pemerintahan Dinasti Tang, T'ang Chinese Restaurant, di Aston Atrium Senen Hotel and Convention Center, Jakarta Pusat, hadir dengan pelbagai menu menggugah selera.
Menu-menu bernuansa China tersebut, antara lain udang rambut, tahu jepang udang, chicken feet, hakau, dan hakok. Masing-masing menu memiliki keunikan. Seperti udang rambut, selain bentuknya yang menarik menyerupai tatanan rambut keriting, ketika dikunyah, udang itu terasa renyah dengan rambut yang terbuat dari kulit pangsit diiris tipis memanjang.
"Agar kulit pangsit yang menjadi rambut udang tidak hancur atau terpisah-pisah ketika digoreng, udang kami lapisi terlebih dahulu dengan adonan telur. Baru digulinggulingkan ke dalam potongan kulitpangsit," tutur Chef Aston Atrium Senen Hotel and Convention Center Sabto Pratikto. Lain udang rambut, lain pula menu yang bernama tahu jepang udang. Kombinasi udang dan tahu jepang terasa semakin gurih.
Apalagi disajikan bersama saus yang terbuat dari adonan putih telur bercampur sagu. "Yang unik dari tahu jepang udang ini adalah rasanya yang gurih. Selain itu, menu ini semakin menggugah selera dengan tambahan ketumbar," kata juru masak asal Semarang itu. Selain udang rambut dan tahu jepang udang, restoran berkapasitas 100 tempat duduk dengan interior bernuansa China itu juga menyediakan menu unik ala kerajaan lainnya yaitu chicken feet.
Walaupun terbuat dari kaki ayam atau ceker ayam,menu ini terasa gurih dan empuk. "Kami biasanya menggunakan kaki ayam negeri. Proses pembuatannya cukup panjang, mulai direbus, digoreng, dan di-steam menjadikan kaki ayam benar-benar empuk dan bumbunya terasa hingga ke bagian dalam," terangnya. Menurut Sapto, untuk mendapatkan kaki ayam yang empuk tapi tidak hancur dan daging tidak rontok, tergantung dari cara perebusan.
"Jangan terlalu lama merebus kaki ayam. Asal air panas dan kulit bisa dikelupas sudah cukup,"katanya. Menu bernuansa kerajaan lainnya yang bisa dinikmati di restoran dengan chef berkelas internasional itu adalah hakok dan hakau. Selain itu disajikan pula spring roll yang menyerupai lumpia tradisional Indonesia. "Untuk mendapatkan menu yang menggugah selera, komposisi bumbu haruslah tepat," paparnya.
(Chaerunnisa)