Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masalahnya, Bebe Enggak Pernah Paham Omongan Sir Alex

Fitra Iskandar , Jurnalis-Jum'at, 19 April 2013 |15:49 WIB
Masalahnya, Bebe Enggak Pernah Paham Omongan Sir Alex
Bebe.(foto:Mirror)
A
A
A

VILO DO CONDE - Petualangan Tiago Manuel Dias Correira, alias Bebe di Theater of Dream cuma sekilas. Bebe hanya dua kali merasakan panasnya Premier League, sejak Sir Alex Ferguson memboyongnya ke Manchester pada 2010.
 
Manchester United memboyong Bebe dari klub Portugal, Victoria de Guimaraes dengan harga cukup mahal bagi seorang pemain yang belum dikenal, yaitu 7 juta pounds. Bahkan media di Portugal melaporkan harga transfer itu bernilai 9 juta pounds.
 
Pembelian Bebe sempat dicibir banyak pihak. Sir Alex dianggap membeli kucing dalam karung. Bagaimana tidak, bos Setan Merah itu baru bertemu Bebe, di hari transfernya. Sir Alex begitu percaya dengan rekomendasi Carlos Queiroz, mantan asistennya.
 
Sir Alex ternyata memang akhirnya kurang terkesan. Bebe hanya turun sebanyak tujuh kali, di Piala Liga, Piala FA dan Liga Champions dan dua kali di Premier League. Hanya setahun di Manchester, setelah itu, dia dilepas dengan status pinjaman ke klub Besiktas semusim, kemudian dipinjamkan ke Rio Eve, klub Portugal.
 
Bebe merasa gagal di Manchester United. Dia pun mengaku punya penyesalan. Selama di United, Bebe tak berjuang secara sungguh-sungguh untuk meyakinkan Sir Alex. Yang membuatnya lebih parah, dia sama sekali tak bisa mengerti setiap perkataan Sir Alex, karena aksen bicaranya.
 
“Saya tidak pernah serius di Manchester United, dan tidak pernah mengerti sepatah kata pun yang diucapkan Sir Alex. Saya juga berpikir tidak perlu bekerja keras setiap hari. Itu kesalahan saya. Saya terlalu banyak main-main,” keluh Bebe, seperti dikutip Mirror.
 
Di luar itu, ada pengalaman manis baginya. Bebe berterima kasih kepada para staf di United begitu pula dengan rekan yang berasal dari negara berbahasa Portugis, yaitu Nani dan Anderson. Padahal, di masa-masa awalnya, dia merasa sangat kesulitan beradaptasi. “Saya sangat gugup dan saya tidak berbicara kepada siapapun. Saya hanya ingin menyendiri dan mengamati.
 
“Anderson dan dan Nani banyak membantu, tentu karena mereka berbicara Portugis, dan Patrice Evra, juga baik terhadap saya.Saya tinggal bersama Anderson selama dua bulan. Dia mengenalkan saya kepada klub dan kota. Saya selalu berterima kasih untuk itu,” ujar Bebe seraya menambahkan bila tidak bisa menembus tim utama United, dia lebih memilih untuk mencari klub yang bisa memberikannya tempat reguler.
 
Klik di sini untuk update berita bola

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement