Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bakti Eto'o untuk Afrika

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 30 Mei 2012 |06:26 WIB
Bakti Eto'o untuk Afrika
Samuel Eto'i Fils (third from left) with Xavi Hernandez i Creus, Victor Valdes i Arribas and President Ali Bongo in an inauguration of his academy (Photo: Tumblr)
A
A
A

LIBREVILLE – Jika pengabdian untuk negaranya – Kamerun, sudah dijalaninya bertahun-tahun lalu, kini Samuel Eto’o ingin memandang jauh ke depan. Akademi sepakbola yang didirikannya di Gabon, menjadi salah satu perwujudan bakti Eto’o untuk Afrika.
 
Akademi yang diberi nama ‘Jeunes Talents’ atau talenta muda itu memang merupakan kontribusi sang bintang Anzhi Makhachkala itu, dalam rangka pengembangan sepakbola Afrika, melalui yayasan yang didirikan Eto’o.
 
Sedianya akademi itu sudah berjalan, tapi baru kali ini diresmikan sendiri oleh Eto’o. Tapi eks-striker Barcelona dan Inter Milan itu tak sendirian. Eto’o menghadiri acara ‘gunting pita’ itu dengan ditemani dua sahabatnya ketika masih berseragam Blaugrana, yakni Xavi Hernández dan Víctor Valdés.
 
Peresmian ini juga dihadiri presiden Gabon, Ali Bongo yang juga bangga akan adanya tempat untuk anak-anak Afrika menggali potensi olah si kulit bundar. Eto’o memang berkewajiban mengundang Bongo, terlebih sebidang lahan latihan untuk akademi ini, merupakan wakaf dari pemerintah Gabon.
 
Tentu sebagai aktor utama di belakang berdirinya wadah potensi bagi anak-anak Afrika ini, Samuel Eto’o merasa harus melayangkan beberapa patah kalimat sambutannya. Begini pidato dan harapan Eto’o soal berdirinya akademi sepakbolanya, seperti yang disadur Goal, Rabu (30/5/2012).
 
Saya punya tugas untuk mengubah anak-anak ini juara dunia, suatu hari nanti. Dengan bantuan rekan-rekan saya di sini (Xavi dan Valdés), saya hampir memenangkan segalanya dalam sepakbola, kecuali Piala Dunia,”.
 
Mungkin, saya tidak akan punya kesempatan untuk memenangkan Piala Dunia FIFA. Tapi melalui kalian semua – anak-anak di akademi ini, saya akan memenangkannya, suatu hari nanti,”.
 
Saat saya masih kecil, saya punya mimpi menjadi pesepakbola dunia. Dan sekarang, semuanya telah berlalu bagi saya. Tapi bagi kalian (anak-anak akademi sepakbola), dengan cinta dan sikap saling menghargai, kalian saya harapkan akan sukses pula nantinya,”.
 
Hari ini, saya akan menjadi kakak bagi kalian. Saya ingin menyetir bus ini (akademi) tapi saya takkan bermain dengan kalian. Tugas kalian adalah untuk berlatih keras dan menggali bakat agar bisa diperlihatkan kepada dunia,” tuntasnya.

(Randy Wirayudha)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement