SURABAYA - Menjelang partai terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia, Indonesia membawa bekal yang kurang meyakinkan. Sebelum berlaga di Bahrain National Stadium 29 Februari nanti, Garuda ditaklukan Persebaya, 0-1.
Dalam partai ujicoba itu, Aji Santoso menurunkan di antaranya Diego Michiels, Abdul Rahman, Wahyu Wijiastanto di posisi bek, Rendi Irawan, Aditya Putra Dewa, Irfan Bachdim dan Hengki Ardiles di barisan tengah sementara di lini depan mantan pelatih Persebaya itu mempercayakan posisi kepada striker Semen Padang Ferdinan Sinaga.
Timnas senior belum mampu menampilkan permainan apik untuk menjebol gawang Persebaya di babak pertama. Sampai pluit tanda turun minum berbunyi, kedudukan masih 0-0.
Timnas yang kini sebagian besar diisi muka-muka baru, sebenarnya berusaha lebih menguasai pertandingan dengan permainan bola dari kaki ke kaki. Sementara Bajul Ijo, julukan Persebaya lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat melalui kaki Amaral, dan Erol Iba.
Di tengah kebuntuan Merah-Putih yang diproyeksikan meladeni Bahrain di partai terakhir kualifikasi Piala Dunia zona Asia itu, Persebaya justru mengemas sejumlah peluang di antaranya melalui Otavio Dutra, Erol Iba, dan Mario Karlovic. Di babak pertama pemain asal Australia itu nyaris membawa keunggulan bagi Persebaya saat berhadap-hadapan dengan kiper timnas Samsidar, namun bola lop-nya mudah diamankan Syamsidar.
Penyerangan yang dibangun anak asuh Aji Santoso lebih banyak mengalir dari sisi kanan, di mana Diego Michiels kerap naik membantu penyerangan. Tapi rapatnya pertahanan pemain Persebaya membuat Ferdinand Sinaga yang dipasang sebagai ujung tombak tidak bisa berbuat banyak untuk menerjang gawang Endra Prasetya.
Menariknya, Irfan Bachdim yang biasa dimainkan di posisi striker atau sayap, kini bermain lebih ke tengah. Meski perannnya kurang menonjol, pemain blasteran Belanda ini beberapa kali mengirimkan umpan akurat yang cukup berbahaya, sayangnya tak ada satupun yang bisa dikonversi menjadi gol.
Di babak kedua Aji tidak mengubah formasi awal, dan tetap bermain terbuka. Namun pertahanan Timnas akhirnya bobol di menit 63 setelah Diego melakukan pelanggaran terhadap pemain Persebaya di kotak penalti. Kesempatan penalti yang diambil Otavio Dutra pun berakhir sempurna untuk Persebaya mengungguli Timnas 1-0.
Situasi ini membuat Aji berupaya mencari formula baru untuk mengubah keadaan. Akibatnya Slamet Nur Cahyo dimasukkan mengganti Ferdinand Sinaga. Namun gebrakan lini serang Indonesia masih belum banyak berubah karena selalu kandas. Satu-satunya peluang emas didapat melalui tendangan keras dari kotak penalti namun kiper Persebaya Dedy Imam yang masuk menggantikan Endra tampil gemilang melakukan penyelamatan, sehingga hanya menghasilkan sepak pojok bagi Indonesia.
Menjelang akhir laga, Irfan sempat mengancam gawang Persebaya, namun dia keburu terperangkap offside. Sampai akhir pertandingan kedudukan tidak berubah 1-0 untuk Persebaya.
(fit)